Tinder tambah fitur sentra vaksin di dalam aplikasi

·Bacaan 1 menit

Aplikasi kencan online Tinder kini memiliki fitur seputar vaksinasi COVID-19 untuk pengguna mereka di Indonesia.

"Kami ingin mendukung dan mendorong anggota kami agar terlindungi ketika mereka mulai merencanakan pertemuan di dunia nyata dengan match mereka," kata perwakilan Tinder, dikutip dari siaran pers, Jumat.

Fitur ini memang untuk mengajak pengguna, terutama Generasi Z, untuk ikut vaksinasi.

Baca juga: Tinder tambahkan video untuk profil

Tinder menyebut fitur ini sebagai sentra vaksinasi, pengguna bisa menambahkan stiker vaksinasi di profil mereka.

Stiker yang sekarang tersedia adalah "Sudah Vaksin" (Vaccinated), "Segera Vaksin" (Vaxing Soon), "Imunitas Bersama (Imunnity Together) dan "Vaksin Bikin Sehat" (Vaccines Save Lives).

Tinder juga membuat pusat informasi tentang vaksinasi, terintegrasi ke situs resmi PeduliLindungi.

Melalui integrasi ini, pengguna Tinder bisa mendapatkan informasi resmi seputar vaksin dan vaksinasi dan bisa membuat jadwal ke pusat vaksinasi terdekat.

Menurut Tinder, dorongan untuk segera divaksinasi COVID-19 juga untuk memastikan keamanan ketika pengguna memutuskan untuk bertemu langsung.

"Tujuan kami adalah memastikan pertemuan menjadi aman di mana saja dan bagi siapa saja—stiker vaksin Tinder akan membuat koneksi ini mudah dan menyenangkan untuk menemukan kecocokan satu sama lain," kata Tinder.

Vaksin menjadi salah satu topik yang sering diperbincangkan di Tinder. Penyebutan kata "vaksin" di biodata pengguna Tinder menjadi lumrah, paling banyak dipasang pada September ketika program percepatan vaksinasi dari pemerintah.

Baca juga: Tinder hadirkan "Music Mode" putar otomatis musik kesukaan pengguna

Baca juga: Tren kencan online 2021 dari emoji hingga lokasi favorit

Baca juga: Cara Dikta cari pasangan sefrekuensi di aplikasi kencan "online"

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel