Tinder Tunda Peluncuran Fitur Swipe Night Gara-Gara Wabah Virus Corona

Liputan6.com, Jakarta - Tinder berencana meluncurkan fitur baru yang diberi nama Swipe Night ke dalam aplikasi kencan mereka pada 14 Maret 2020.

Namun gara-gara wabah Virus Corona, perusahaan batal merilis fitur Swipe Night secara internasional, demikian yang dikutip dari Variety, Kamis (12/3/2020).

Perusahaan mengonfirmasi, "Tinder adalah tempat yang hebat untuk bertemu orang baru. Meskipun kami ingin kamu terus bersenang-senang, melindungi diri dari Virus Corona lebih penting."

"Kami memutuskan untuk tidak meluncurkan fitur Swipe Night di berbagai negara pada akhir pekan ini," lanjut juru bicara Tinder.

Informasi, WHO mencatat setidaknya ada 100.000 kasus COVID-19 di dunia. Sebuah fitur Swipe Night dipercaya oleh Tinder dapat membawa potensi yang bisa mengancam kesehatan penggunanya.

 

Keamanan dari Virus Corona Lebih Penting Ketimbang Kencan

Tinder mengingatkan pengguna untuk menerapkan seks yang aman dan protokol pencegahan virus corona.

Peringatan ini ditemui oleh seorang pengguna di aplikasi kencan Tinder. Pihak Tinder memasukkan peringatan tentang bahaya penyakit menular dan berpotensi mematikan, termasuk bahaya akan virus corona yang menyebabkan Covid-19.

Pesan pop-up muncul di Tinder saat pengguna memakai fungsi pencarian, yakni ketika pengguna memilih-milih kemungkinan kecocokan dengan pengguna lainnya.

"Tinder merupakan tempat yang tepat untuk bertemu dengan orang-orang baru. Meski kami ingin kalian bisa bersenang-senang, melindungi diri dari virus corona jauh lebih penting," kata Tinder dalam pengumuman pop-upnya, seperti dikutip dari Fox News Networks, Sabtu (7/3/2020).

 

Tips Protokol Dasar

Pengumuman itu juga memberikan tips dan daftar protokol dasar untuk menghindari infeksi virus corona sesuai dengan saran dari Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat.

Misalnya saja, pengguna dilarang menyentuh wajah dan menghindari kontak dengan orang yang terinfeksi Virus Corona.

Pengumuman di layanan publik juga menghubungkan informasi lebih lanjut di situs web Organisasi Kesehatan Dunia.

(Fitriah Nurul/Ysl)