Tinggal di Luar Negeri, Ini Cerita Puasa Acha Septriasa

·Bacaan 1 menit

Fimela.com, Jakarta Ketika bulan Ramadan menjelang, maka seluruh umat Islam di dunia pun diwajibkan untuk menjalani ibadah puasa di siang hari dan dianjurkan salat tarawih pada malam harinya. Demikian juga dengan Acha Septriasa yang kini tinggal di Sidney, Australia.

Sebagaimana diketahui, selisih waktu antara Jakarta dan Sidney sebagai kota tempat tinggal Acha Septriasa adalah 3 jam, di mana Sidney lebih awal. Acha pun menyapa para penggemarnya melalui akun Instagram miliknya.

"Gimana puasa nya hari ini? Semoga tetap semangat ya," kata Acha Septriasa di laman Instagramnya, septriasaacha, baru-baru ini.

Berbuka Duluan

Acha Septriasa. (Foto: Instagram @septriasaacha)
Acha Septriasa. (Foto: Instagram @septriasaacha)

Karena waktunya lebih dahulu Sidney, maka Acha Septriasa pun berbuka dulu dibandingkan yang ada di Indonesia. Ia juga menceritakan bagaimana pengalaman puasanya selama di luar negeri.

"Btw aku baru aja buka puasa di sini, kalau diinget-inget jam-jam lapar ku jam 1-2 siang..," ujar pemeran fim Heart itu.

Kala berpuasa, memang waktu berbuka lah yang dinantikan. Dan biasanya, setelah mengonsumsi hidangan berbuka, semua rasa lapar dan haus langsung hilang.

"Tapi setelah buka puasa 15 menit dari beduk, seperti nya rasa lapar dan haus itu hilang..," papar Acha Septriasa.

Hanya Lapar Mata

Acha Septriasa. (Nurwahyunan/Bintang.com)
Acha Septriasa. (Nurwahyunan/Bintang.com)

Seperti diketahui, jajanan selama bulan Ramadan memang beraneka ragam. Dan ketika lapar, banyak orang yang berpuasa mengidamkan untuk membeli semua yang dilihatnya. Ya, masyarakat menyebut hal ini sebagai lapar mata.

Hal ini pun dirasakan oleh Acha Septriasa. Ia mengatakan bahwa keinginannya untuk mengonsumsi segaa jenis makanan saat berpuasa, seketika hilang saat ia sudah minum dan makan menu ta'jil.

"Semua makanan yang tadi siang bikin ngiler.. mendadak udah gak semenarik itu lagi.. lol??" tandas Acha Septriasa.

Saksikan Video Menarik Berikut Ini