Tinggal Satu Pasien COVID-19 di Ruang Isolasi RSUD Kendal

·Bacaan 1 menit

VIVA – Turunnya angka kasus COVID-19 di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, membuat beban rumah sakit kini jauh berkurang. Bed atau tempat tidur di isolasi pun banyak yang kosong. Bahkan ruang isolasi biasa RSUD dr. Soewondo Kendal hanya merawat satu orang pasien.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kendal, Ferinando Rad Bonay, kasus aktif di kabupaten itu yang jauh menurun membuat rumah sakit kini tidak sesibuk sebelumnya. “Di RSUD Kendal itu sekarang tinggal satu orang yang dirawat di ruang isolasi biasa. Sementara dua orang lagi sudah tertangani di ICU," ujarnya.

Dibandingkan saat puncak kasus yang kasus aktifnya mencapai ribuan, katanya, kini tercatat ada 176 kasus aktif yang sebagian besar isolasi mandiri.

"Jadi, dari 176 kasus aktif itu, yang dirawat di 6 rumah sakit di Kendal ada 21. Kemudian yang dirujuk ke Semarang ada 21 juga. Yang lain yaitu 133 orang dengan gejala ringan dan OTG, isolasi mandiri di rumah masing-masing," ujarnya.

Sementara itu, ruang isolasi di sejumlah rumah sakit swasta di Kendal juga lengang. Pantauan di RS Baitul Hikmah (RSBH) Pucangrejo Gemuh, ruang isolasi yang berkapasitas 40 orang, hanya diisi 4 orang.

Menurut Direktur RSBH Pucangrejo, dr. Lukman Hakim, hal ini jauh berbeda dengan saat puncak kasus COVID-19 pada Juli hingga awal Agustus yang bahkan sempat kekurangan ruang isolasi.

"Saat itu, selain semua ruang isolasi penuh, kita juga kekurangan tenaga medis karena sebagian terkonfirmasi COVID-19. Sekarang sudah turun drastis," katanya.

Kondisi serupa juga terpantau di RSI Muhammadiyah, Weleri. Ruang isolasi dan IGD yang biasanya penuh, sekarang sudah lega. Dari kapasitas 70 orang di ruang isolasi, saat ini terisi 5 orang.

Teguh Joko Sutrisno/Semarang

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel