Tinggal Selangkah Lagi, Mobil Listrik Xiaomi Bakal Jadi Kenyataan

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kabar Xiaomi yang ingin memproduksi mobil listrik memang sudah terdengar sejak beberapa waktu lalu. Namun, sampai saat ini mereka secara resmi belum membuka suara terkait dengan siapa mereka akan bekerjasama untuk sektor otomotif ini.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, raksasa teknologi asal Cina itu sudah mendaftarkan unit bisnis barunya yang akan ditugaskan untuk memproduksi mobil listrik.

Melansir Reuters, dalam meresmikan unit bisnis mobil listrik Xiaomi ini, perusahaan sudah menggelontorkan dana investasi sebesar USD 1,55 miliar atau setara dengan Rp 22 triliun.

Untuk mendukung proyeksi pembuatan mobil listrik, nantinya pabrik tersebut akan mempekerjakan sekitar 300 karyawan.

Kabarnya, mereka akan terus melakukan perekrutan untuk mendapatkan pekerja yang potensial dalam memuluskan rencana mereka untuk membuat mobil listrik.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Akuisisi Perusahaan Otonom Cina

Sebelum akhirnya meresmikan unit bisnis baru ini, Xiaomi, sudah melakukan lebih dari 2.000 kali survey kepada masyarakat dan mendekati 10 rekan mitra kerja mereka yang nantinya akan diajak berkolaborasi.

Sebelum itu, untuk memuluskan pengembangan terhadap mobil listrik, produsen teknologi tersebut juga sudah melakukan akuisisi perusahaan otonom Cina, DeepMotion Inc.

Adapun nilai yang digelontorkan untuk mengambil alih perusahaan tersebut, Xiaomi, telah menggelontorkan dana sebesar USD 7 juta atau setara dengan Rp 1,1 triliun.

Infografis Selamat Datang Era Mobil Listrik di Indonesia

Banner Infografis Selamat Datang Era Mobil Listrik di Indonesia. (Liputan6.com/Fery Pradolo)
Banner Infografis Selamat Datang Era Mobil Listrik di Indonesia. (Liputan6.com/Fery Pradolo)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel