Tingkat Kesembuhan COVID-19 di DKI Jakarta Stabil 92,1 Persen

Daurina Lestari, Syaefullah
·Bacaan 3 menit

VIVA – Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia, mengatakan, jumlah kasus konfirmasi positif COVID-19 secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 120.671 kasus.

"Dari jumlah total kasus tersebut, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 111.096 dengan tingkat kesembuhan 92,1 persen," ujar Dwi di Jakarta, Selasa, 17 November 2020.

Sementara itu, total 2.459 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 2 persen, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,2 persen.

Dinkes DKI Jakarta melakukan tes PCR sebanyak 9.670 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 7.786 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 928 positif dan 6.858 negatif.

"Namun, total penambahan kasus positif sebanyak 1.038 kasus, lantaran terdapat akumulasi data sebanyak 110 kasus dari 1 laboratorium swasta 7 hari terakhir yang baru dilaporkan. Untuk rate test PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 135.745. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 58.402," katanya.

Baca juga: Syarat Bagi Guru dan Dosen Non-PNS Dapat Subsidi Upah Rp1,8 Juta

Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta naik sebanyak 159 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 7.116 (orang yang masih dirawat/isolasi).

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 10,4 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total 8,4 persen. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen.

Pemprov DKI Jakarta telah menyediakan tempat tidur isolasi dan tempat tidur ICU dalam penanganan COVID-19. Berdasarkan data terakhir pada 15 November 2020, terdapat peningkatan kapasitas tempat tidur isolasi dan tempat tidur ICU di 98 RS rujukan.

Untuk tempat tidur isolasi sejumlah 5.906, persentase keterisiannya sebesar 65 persen dengan total pasien isolasi sebanyak 3.863 orang. Sementara itu, untuk tempat tidur ICU sejumlah 806, persentase keterisiannya sebesar 67 persen dengan total pasien ICU sebanyak 544 orang.

Pada penerapan kembali PSBB masa transisi, Pemprov DKI Jakarta menyarankan, bagi masyarakat yang ingin memasuki wilayah Jakarta untuk melakukan pemeriksaan mandiri COVID-19 melalui JakCLM di aplikasi JAKI.

Melalui JakCLM, masyarakat dapat mengetahui risiko COVID-19 serta mendapatkan berbagai rekomendasi kesehatan sesuai dengan risiko yang dimiliki.

"Kontribusi masyarakat dalam pengisian JakCLM dapat membantu Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan pencegahan penyebaran kasus COVID-19 di Jakarta," katanya.

Melalui Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, penindakan atas pelanggaran penggunaan masker dan pendataan buku tamu juga akan digencarkan, begitu pula dengan bentuk pelanggaran-pelanggaran PSBB lainnya.

"Sehingga, harapannya, masyarakat dapat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan dan turut berpartisipasi dalam memutus mata rantai penularan COVID-19," katanya.

Perlu diingat selalu untuk memperhatikan dan menjalankan prinsip-prinsip ini dalam berkegiatan sehari-hari untuk tetap tinggal di rumah dan tidak keluar bila tidak ada keperluan mendesak.

Kemudian, selalu jalankan 3M: Memakai masker dengan benar, Menjaga jarak aman 1,5-2 meter, dan Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin, seluruh kegiatan yang diizinkan beroperasi harus dalam kapasitas maksimal 50 persen dan menjalankan protokol kesehatan dengan ketat, dan ingatkan sesama untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.

Pemprov DKI Jakarta juga masih membuka kesempatan untuk masyarakat berbagi dengan sesama yang membutuhkan bantuan karena terdampak pandemi COVID-19 dalam program Kolaborasi Sosial Berskala Besar atau KSBB.