Tingkat Keterisian RS COVID-19 di Tangerang Raya Mulai Turun

·Bacaan 2 menit

VIVA – Tingkat keterisian bed occupancy rate atau BOR di Tangerang Raya, yakni Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Tangerang Selatan, mengalami penurunan khususnya selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dimulai sejak tanggal 3 Juli 2021.

Seperti di Kabupaten Tangerang, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar memaparkan, PPKM memiliki dampak positif, yakni dengan menurunnya keterisian BOR di RS, ICU dan rumah singgah.

"Saat ini, BOR di ICU sekitar 88 persen, lalu di rumah sakit 76 persen. Dimana sebelumnya mencapai 90 hingga 98 persen," katanya, Selasa, 27 Juli 2021.

Lanjut dia, dampak yang paling terasa pada keterisian BOR di rumah singgah, yang sebelumnya mencapai 135 persen, saat ini sebesar 66,3 persen.

"Penurunan tentu sangat baik, karena terlihat dari masyarakat yang memang sudah mulai disiplin soal mengikuti aturan dan terapkan prokes. Tapi tetap kita imbau untuk tidak abai, karena Kabupaten Tangerang masih masuk zona merah risiko tinggi dengan indeks skor total 1.782," ujarnya.

Sementara di Kota Tangerang, keterisian BOR pasien COVID-19 baik di Rumah Sakit (RS) maupun Rumah Isolasi Terkonsentrasi (RIT) mengalami penurunan.

Kepala Dinas Kesehatan, dr Liza Puspadewi mengatakan, data per 23 Juli 2021, tingkat keterisian tempat tidur COVID-19 dari 32 RS turun menjadi 85,83 persen. Sedangkan kapasitasnya, dari 1.834 tempat tidur dan 170 ICU, terisi 1.567 tempat tidur dan 153 ICU.

"Bulan Juni, BOR masih tinggi, karena kasus sedang melonjak sehingga keterisiannya sudah 90 persen, tapi masuk bulan Juli dan adanya penerapan PPKM, Alhamdulillah menurun," ujarnya

Kemudian, penurunan keterisian tempat tidur RIT diakhir Juni mencapai 100 persen hingga pasien harus melakukan waiting list. Sedangkan data terkini, tingkat keterisian tempat tidur RIT hanya 48,97 persen. Terinci, tujuh RIT yang dioperasionalkan dengan kapasitas 434 tempat tidur, hanya terisi 179 tempat tidur atau kosong 255 tempat tidur.

"Penurunan ini, selain kasus yang mulai menunjukkan penurunan secara perlahan, juga dikarenakan banyak pasien OTG yang memilih untuk isolasi mandiri di rumah saja. Mereka lebih nyaman di rumah sendiri, banyak juga karena mereka isolasinya se-keluarga. Selain itu, di rumah juga sudah dikirim obat-obatan oleh Puskesmas, dan bantuan permakanan setiap hari oleh Satgas COVID-19 setempat," jelasnya.

Sementara di Kota Tangerang Selatan juga mengalami penurunan keterisian, dimana untuk ICU hingga Rumah Lawan COVID-19 (RLC) saat ini sebesar 88 persen dari yang sebelumnya mencapai 90 persen.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel