Tingkat Keterisian Ruang Isolasi dan ICU untuk Pasien Covid-19 di Depok Kembali Turun

·Bacaan 1 menit
Suasana kamar-kamar tempat isolasi pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (19/1/2021). Dari 87 persen penggunaan tempat tidur di rumah sakit rujukan COVID-19, 24 persen di antaranya dihuni oleh warga dari Bodetabek. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Keterisian ruang isolasi dan ICU di rumah sakit rujukan Covid-19 di Depok, Jawa Barat, berkurang. Kini, tingkat keterisian rumah sakit tersebut di bawah 80 persen.

Hal itu diungkapkan Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana.

"Pada bulan lalu BOR (bed occupancy rate) kita mencapai 85 persen kini telah berada di bawah 80 persen dan kita berhasil menurunkan itu," ujar Dadang.

Dia mengungkapkan, Pemerintah Kota Depok akan terus berusaha meningkatkan penurunan keterisian di rumah sakit. Salah satunya dengan menambah kapasitas tempat tidur di rumah sakit yang nantinya digunakan untuk pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri.

"Saat ini tempat tidur ICU sudah mencapai 70 persen dan isolasi sebanyak 75 persen di Kota Depok," terang Dadang.

Penyebab Kasus Covid-19 Tinggi

Sebelumnya, Dadang tidak memungkiri, peningkatan Covid-19 yang masih terjadi di Kota Depok disebabkan banyak faktor. Dia mencontohkan, masih banyaknya pergerakan orang yang tinggal di Jabodetabek, klaster keluarga dan sejumlah hal lainnya.

"Itu yang menjadi sumbangan kasus banyak terjadi dari faktor tersebut," tutup Dadang.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: