Tingkat okupansi pasien COVID-19 di Jakarta naik jadi 38 persen

·Bacaan 1 menit

Pemprov DKI Jakarta mencatat tingkat okupansi atau keterisian tempat tidur untuk isolasi pasien COVID-19 di 140 rumah sakit rujukan di Ibu Kota hingga saat ini naik menjadi 38 persen atau mencapai 1.464 orang dibandingkan hari sebelumnya 33 persen atau mencapai 1.271 orang.

"Peningkatan dari 33 persen menjadi 38 persen," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Jakarta, Rabu.

Adapun total kapasitas tempat tidur untuk perawatan pasien COVID-19 di 140 rumah sakit di Jakarta mencapai 3.853 tempat tidur.

Tak hanya untuk perawatan pasien COVID-19 untuk isolasi, keterisian ruang unit perawatan intensif (ICU) juga meningkat menjadi 13 persen sebanyak 83 orang dari kapasitas 628 orang.

Sementara itu, kasus positif harian COVID-19 di Jakarta hingga Selasa (25/1) mencapai 2.190 kasus yang terdiri dari 1.829 kasus yang dibawa oleh pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) dan 361 non-PPLN.

Sedangkan kasus positif aktif mencapai 12.199 kasus terdiri dari 1.900 kasus PPLN dan 10.299 kasus non-PPLN atau transmisi lokal.

Untuk kasus varian Omicron tercatat sebanyak 1.697 kasus terdiri dari 1.166 kasus PPLN dan 531 kasus transmisi lokal.
Baca juga: Wagub DKI minta optimalisasi peran Satgas COVID-19 di sekolah
Baca juga: DKI kebut vaksinasi "booster" guna dukung agenda G20
Baca juga: DKI Jakarta sumbang 2.190 kasus COVID-19 harian nasional

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel