Tingkat Vaksinasi Booster Covid-19 di Indonesia Baru Mencapai 19 Persen

Merdeka.com - Merdeka.com - Vaksin booster menjadi salah satu syarat perjalanan bagi masyarakat yang ingin mudik. Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan tingkat vaksinasi booster baru mencapai 19 persen.

"Kalau target kita akhir Mei 30 persen, saat ini baru 19 persen," katanya kepada merdeka.com, Minggu (1/5).

Sampai saat ini, kata Nadia sudah sekitar 40 juta orang yang sudah di booster. Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang mudik untuk segera booster untuk menambah perlindungan diri.

"Untuk bisa menambah perlindungan, karena mobilitas dan aktivitas masyarakat meningkat yang pasti laju penularan akan meningkat," ujarnya.

Tercatat pada Sabtu (30/5) masyarakat yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis 1 bertambah 50.370 totalnya menjadi 199.345.528. Dosis dua bertambah 81.970 menjadi 165.134.259. Sedangkan yang sudah booster bertambah 262.224 sehingga totalnya menjadi 39.555.232.

Sebelumnya, Nadia Tarmizi tidak menampik dengan adanya mudik lebaran 2022 di tengah pandemi Covid-19 masih bisa terjadi peningkatan kasus. Hal itu disampaikan Nadia dalam diskusi virtual 'Beranda nusantara:mudik asik lebaran aman', Senin (25/4).

"Poin utama, karena mudiknya masih dalam kondisi pandemi, potensi peningkatan kasus masih bisa terjadi," kata Nadia.

Walaupun begitu pemerintah saat ini sudah mencegah peningkatan kasus, dengan memberikan perlindungan kepada masyarakat. Caranya dengan memberikan syarat pelaku perjalanan mudik melakukan vaksin dosis kedua hingga tiga atau booster.

Nadia yakin walaupun adanya peningkatan kasus. Pemerintah bisa menekan angka kematian dan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit.

"Enggak takut ada peningkatan kasus? ya enggak apa-apa kita kasus meningkat, selama angka kematian, angka hospitalisasi orang yang membutuhkan perawat rumah sakit kita tekan serendah mungkin," pungkasnya. [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel