Tingkatkan Efisiensi Logistik, Kioson Bentuk Anak Usaha Baru GudangPintar.id

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS), perusahaan yang berfokus pada pengembangan UMKM dan toko kelontong, kembali memperkuat komitmennya untuk terus mengakselerasi bisnis UMKM di Indonesia. Kali ini, Kioson membentuk anak usaha baru, GudangPintar.id.

GudangPintar bertujuan meningkatkan efisiensi di bidang logistik, khususnya dalam penyediaan layanan fulfillment centre. GudangPintar.id akan melengkapi ekosistem retail digital Kioson yang saat ini telah mencapai lebih dari 80.000 outlet retail yang telah terdaftar di jaringan Kioson.

Direktur Utama Kioson, Reginald Trisna mengatakan, Kioson sudah berpengalaman menjadi perusahaan yang memberikan kemudahan bagi para mitra pemilik outlet retail untuk bisa beradaptasi dengan era digital.

"Melihat potensi yang ada di dalam ekosistem Kioson yang saat ini telah mencapai lebih dari 80.000 outlet retail digital yang telah terdaftar di seluruh Indonesia, Kami bersama dengan Keeppack.id meluncurkan layanan fulfillment centre GudangPintar,” kata dia dalam keterangan resmi, Rabu (5/5/2021).

Layanan ini diharapkan akan dapat memberikan efisiensi dari sisi logistik pengadaan stok barang dagangan para mitra retail Kioson. Sebagian besar mitra tersebut adalah UMKM.

Tangani Logistik dan Distribusi

Pekerja menyelesaikan produksi kulit lumpia di rumah industri Rusun Griya Tipar Cakung, Jakarta, Kamis (28/11/2019). Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM terus mendongkrak UMKM dengan menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga cukup rendah, yakni 6 persen. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)
Pekerja menyelesaikan produksi kulit lumpia di rumah industri Rusun Griya Tipar Cakung, Jakarta, Kamis (28/11/2019). Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM terus mendongkrak UMKM dengan menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga cukup rendah, yakni 6 persen. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Sebagai gambaran, merujuk ke riset CLSA bertajuk ‘E-warung, Indonesia’s New Digital Battleground’, tiga juta warung kelontong berkontribusi hampir 80 persen terhadap pasar ritel Indonesia. Namun, 80 persen lebih atau sekitar 2,5 juta warung di antaranya masuk kategori underserved atau kurang terlayani.

Hadirnya GudangPintar dari Kioson berusaha untuk menjawab tantangan tersebut, melalui ekosistem retail digital yang telah terbentuk di Kioson. Setiap 1 fulfillment centre bisa membantu percepatan distribusi dan efisiensi biaya logistik untuk sekitar 2.000 warung dan toko kelontong di sekitar lokasi.

"Dengan System WMS ( Warehouse Management System) yang terintegrasi dengan principal dan Logistik partner maka GudangPintar akan semakin efisien dan cepat dalam menangani logistic dan distribusi dari prinsipal ke Warung UMKM yang dikelola oleh Kioson,” imbuh Reginald.

Bangun GudangPintar

Pekerja membuat mebel di kawasan Tangerang, Selasa (3/11/2020). Kementerian Koperasi dan UKM mengajak para pelaku UMKM yang telah siap mengekspor untuk memanfaatkan Generalized System of Preference (GSP). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja membuat mebel di kawasan Tangerang, Selasa (3/11/2020). Kementerian Koperasi dan UKM mengajak para pelaku UMKM yang telah siap mengekspor untuk memanfaatkan Generalized System of Preference (GSP). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kioson Warehouse Management System (WMS) merupakan fulfillment centre berbasis teknologi yang digunakan oleh Kioson untuk membangun GudangPintar.

Proses fulfillment secara sederhana adalah pemenuhan proses dalam ekosistem logistik, mulai dari pemilahan barang, pengemasan, sampai dengan pengiriman via kurir ekspedisi.

Dalam hal ini, fulfillment centre GudangPintar akan memaksimalkan proses logistik untuk para mitra Kioson, utamanya untuk pengadaan stok barang dagangan para mitra tersebut.

"Sinergi GudangPintar dengan ekosistem Kioson kami harapkan mampu untuk memberikan efisiensi maksimal pada bisnis UMKM para mitra retail Kioson dalam hal logistik dan pengadaan stok barang dagangan,” kata dia.

Pada 2021, Kioson melalui GudangPintar.id memiliki target untuk membangun lebih dari 1.000 fulfillment centre di Indonesia untuk melayani dua juta warung UMKM yang ada di pelosok tanah air.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini