Tingkatkan Kapasitas Pemerintahan, LAN Gandeng 9 Pemda

Agus Rahmat
·Bacaan 3 menit

VIVA – Lembaga Administrasi Negara (LAN) terus berupaya untuk mendorong inovasi sektor publik, baik di pemerintah pusat maupun daerah. Salah satunya adalah dengan mewujudkan Inovasi Administrasi Negara yang berkualitas melalui pengembangan model inovasi serta penguatan kapasitas SDM dan kelembagaan.

Untuk itu, pada periode bulan Maret 2021 ini, LAN menjalin kerja sama dengan sembilan pemerintah daerah. Yaitu Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Pemerintah Kabupaten Paser, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Pemerintah Kabupaten Sorong, Pemerintah Kota Pekanbaru, Pemerintah Kota Baubau, Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara, dan Kabupaten Buton Selatan.

Kepala LAN, Dr. Adi Suryanto, menyampaikan bahwa, garda depan pembangunan provinsi dan nasional itu ada di daerah kabupaten dan kota. Kolaborasi pemerintah daerah dan pemerintah pusat, ini sangat dibutuhkan. Terutama dalam menunjang pemerataan pembangunan.

Baca juga: Kasus COVID-19 Landai, Gubernur Khofifah Larang Warga Jatim Mudik

"Jika pembangunan daerah maju maka pembangunan nasional juga akan ikut maju” kata Adi Suryanto, dalam sambutannya pada acara Penandatanganan Dokumen Kerja Sama antara LAN dengan lima pemerintah kabupaten/kota, bertempat di Aula Prof. Dr. Agus Dwiyanto, MPA, Kantor LAN Veteran, Jakarta, Senin 29 Maret 2021.

Lebih jauh Adi Suryanto menyampaikan, keberhasilan inovasi ini tidak terlepas dukungan dan komitmen pimpinan untuk mengembangkan inovasi di daerahnya.

“Dukungan dan kolaborasi seluruh elemen baik pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk melakukan perubahan ini membuat sebuah gerakan inovasi secara massif dan terstruktur,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Tanimbar, Petrus Fatlolon yang mewakili untuk memberikan sambutan, mengungkapkan bahwa kesadaran inovasi di tingkat pemerintah daerah dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kinerja daerah. Dengan fokus pada peningkatan efisiensi, perbaikan efektivitas kualitas pelayanan dan berorientasi pada kepentingan umum.

“Laboratorium inovasi yang dilakukan oleh LAN dapat memberikan optimisme kami Kabupaten Tanimbar dalam rangka mewujudkan pelayanan publik yang cepat, efektif, dan efisien,” katanya.


LAN Dorong Inovasi dan Kapasitas Pemerintahan di Timur Indonesia

LAN juga sebelumnya sudah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan beberapa pemerintah daerah di kawasan timur Indonesia. Yakni Pemerintah Kota Baubau, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Kabupaten Luwu Utara dan Kabupaten Buton Selatan.

Penandatanganan kerja sama ini bertempat di Aula Hasanuddin Puslatbang KMP, Jalan Raya Baruga No.48 Makassar, Sulawesi Selatan pada Kamis, 25 Maret 2021.

Kepala LAN, Adi Suryanto menyampaikan, perubahan dalam ritme pemerintahan yang bergerak cepat sebaiknya sejalan dengan pengembangan kapasitas sumber daya aparaturnya.

Sebagai salah satu misi LAN untuk mewujudkan Inovasi Administrasi Negara yang berkualitas melalui pengembangan model inovasi, serta penguatan kapasitas budaya inovasi. Maka jelas dia, jejaring kerja terus dikembangkan ke wilayah timur Indonesia.

Mewakili pemda yang lain, Wakil Bupati Luwu Utara, Suaib Mansur dalam sambutannya memaparkan kondisi Kabupaten Luwu Utara setelah dilanda bencana banjir.

Kemampuan pemerintah dalam mengelola perbaikan, terus diuji. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan kapasitas untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

”Harapan kami dengan adanya kerja sama ini akan meningkatkan jumlah inovasi yang akan lahir dan bisa berdampak pada efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan,” jelasnya.

Kepala Biro Hukum dan Humas LAN, Tri Atmojo Sejati mengakui, kerja sama antara LAN dengan pemerintah daerah tidak hanya terkait dengan inovasi sektor publik saja. Tetapi terkait juga dengan penyelenggaraan pelatihan, pelaksanaan kajian/penelitian, pendidikan terapan melalui Politeknik STIA LAN, asesmen pegawai, dan berbagai kegiatan lain.

“Hingga saat ini, sudah banyak kerja sama yang dijalin LAN dengan instansi pemerintah, baik pusat maupun daerah. Kerja sama ini, tidak hanya berhenti pada formalitas penandatangan dokumen saja, namun sudah disiapkan berbagai program sebagai implementasi dari MoU, dan bahkan dilakukan pula evaluasi bersama untuk mengukur kemanfaatan kerja sama tersebut,” jelas Tri Atmojo.