Tingkatkan Kemampuan Kerja Perempuan di Bidang Teknis, 13 Perusahaan Bergabung dengan Microsoft

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Microsoft dan 13 perusahaan di sembilan negara di Asia Pasifik hari ini meluncurkan Code; Without Barriers untuk membantu mengatasi kesenjangan gender di sektor cloud, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dan teknologi digital yang berkembang begitu pesat.

Program ini menyediakan platform yang memungkinkan developer, coder, dan talenta teknis perempuan lainnya untuk berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi inklusif, mendorong inovasi, dan menggambarkan masyarakat di wilayah ini.

"Keseimbangan antara konsumsi dan kreasi telah berubah. Kami melihat developers semakin mempengaruhi setiap proses dan fungsi bisnis. Itulah sebabnya Code; Without Barriers diciptakan. Kami mengidentifikasi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan keberagaman cloud, AI dan talenta teknis di Asia Pasifik, sehingga setiap negara dapat mencapai agenda digital nasional mereka dan memiliki pertumbuhan ekonomi yang benar-benar inklusif," kata Andrea Della Mattea, Presiden Microsoft di Asia Pasifik.

Mitra untuk program ini meliputi Accenture, AvePoint, Government Big Data Institute (GBDi), HCL Technologies, Just Analytics, MetLife, NTT Ltd, PALO IT, Petroliam Nasional Berhad (PETRONAS), Simbiotik Technologies, ThoughtWorks, Universiti Malaysia Kelantan (UMK), dan Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM).

TERKAIT: Berdayakan Penyandang Disabilitas, Microsoft Luncurkan Program Khusus di Asia Pasifik

TERKAIT: Microsoft Word Kini Bisa Transkrip Suara, Mudahkan Meeting dan Belajar Daring

TERKAIT: KIWI Challenge 2021 Menantang Siswa Menciptakan Inovasi Teknologi Pendidikan

Microsoft memberikan keterampilan

Microsoft luncurkan Code; Without Barriers di sembilan negara di Asia Pasifik.
Microsoft luncurkan Code; Without Barriers di sembilan negara di Asia Pasifik.

Organisasi-organisasi ini beroperasi di bidang pendidikan, energi, jasa keuangan, sektor publik, dan teknologi di Singapura, Malaysia, Indonesia, Vietnam, Thailand, Filipina, Korea Selatan, Sri Lanka, serta Bangladesh.

Microsoft akan memberikan keterampilan dan sertifikasi cloud serta AI untuk meningkatkan talenta teknis di negara-negara tersebut. Masing-masing dari ke-13 perusahaan berkomitmen untuk meningkatkan keberagaman dalam organisasi mereka dan menawarkan kesempatan kerja kepada creator dan developer perempuan. Melalui serangkaian program, mulai dari pameran lowongan kerja, hackathon, bimbingan, hingga dukungan dari para pemimpin bisnis, Code; Without Barriers akan membina dan mengembangkan pengusaha perempuan di Asia Pasifik.

Code; Without Barriers bekerja dengan lebih dari 21 komunitas developers di Asia Pasifik, menjangkau lebih dari 407.000 developers di bidang data, AI, DevOps, Java, JavaScript, dan Python serta Women in Tech.

"Microsoft Indonesia sangat senang dapat mendukung Code;Without Barriers, di mana kami bermitra dengan organisasi lain dalam menyediakan platform yang dapat membuka lebih banyak peluang dan pelatihan bagi perempuan agar dapat unggul di bidang teknologi. Hal ini akan mempromosikan keberagaman dan inklusivitas dalam teknologi, serta memberdayakan lebih banyak orang dan organisasi untuk meraih lebih banyak hal," ujar Linda Dwiyanti, Chief Partnership Officer, Microsoft Indonesia.

Code; Without Barriers telah mengujicobakan 18 program sertifikasi Women in AI di delapan negara Asia Pasifik, melatih lebih dari 480 perempuan, dan memberikan sertifikasi bagi 203 developers. Microsoft juga menyelenggarakan Cloud Skills Challenges untuk lebih dari 7.617 developers.

"Tim dengan gender yang beragam menjadi lebih cerdas dan lebih produktif," kata Gina Smith, PhD, analis utama IDC untuk DevOps dan inovasi digital di kawasan Asia/Pasifik. "Mempekerjakan perempuan di posisi teknologi menambah lebih dari sekadar perspektif baru. Studi terbaru secara kuantitatif menunjukkan bahwa perusahaan yang memiliki keberagaman gender terbukti menghasilkan lebih banyak inovasi dan meraih pendapatan yang lebih tinggi daripada rata-rata. Program seperti Microsoft Code; Without Barriers sangat membantu menjembatani kesenjangan itu."

"Adalah sebuah fakta bahwa memiliki lebih banyak perempuan di industri teknologi memberikan manfaat bagi perusahaan dan masyarakat. Namun, menciptakan kondisi tenaga kerja yang lebih beragam merupakan sebuah tantangan yang kompleks - tidak ada satu organisasi pun yang dapat melakukannya sendiri. Kita memiliki tanggung jawab bersama untuk menghilangkan hambatan dan memajukan perempuan, dan saya senang melihat perusahaan serta organisasi berkolaborasi melalui Code; Without Barriers," kata Leanne Robers, Co-founder dan Co-CEO, She Loves Tech.

Mempertahankan keberagaman dengan mengadvokasikan AI yang bertanggung jawab

Microsoft luncurkan Code; Without Barriers di sembilan negara di Asia Pasifik./Copyright shutterstock.com/id/g/vasinlee
Microsoft luncurkan Code; Without Barriers di sembilan negara di Asia Pasifik./Copyright shutterstock.com/id/g/vasinlee

Tim Microsoft Code; Without Barriers melangkah lebih jauh dengan membuat buku pedoman komunitas yang akan segera diluncurkan mengenai bagaimana kita menangani bias dan mempertahankan keberagaman seiring dengan teknologi yang semakin bermunculan.

"Komunitas menantikan langkah Microsoft untuk mengatasi dan berbagi praktik terbaik dalam AI yang Bertanggung Jawab, sehingga mereka dapat membangun keberagaman, mengurangi bias, dan memastikan transparansi dalam pekerjaan yang mereka lakukan. Kami memberdayakan generasi baru perempuan dalam teknologi melalui Code; Without Barriers," pungkas Mathew.

Pelajari lebih lanjut tentang Code; Without Barriers: Dengarkan seri Podcast kami di Spotify, tonton playlist YouTube, dan baca lebih lanjut di https://aka.ms/codewithoutbarriers.

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel