Tingkatkan Kemampuan, Taruna AAL Marinir Latihan Pembebasan Sandera

Rifki Arsilan
·Bacaan 1 menit

VIVA – Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Tingkat III Angkatan 67 Korps Marinir bersama Regu Pandu Tempur (Rupanpur) Batalyon Infanteri (Yonif) 3 Marinir Pasmar 2, Surabaya hari ini kembali mengasah kemampuan dan profesionalisme prajurit petarung Korps Marinir TNI Angkatan Laut dengan melaksanakan latihan Pertempuran Jarak Pendek (PJD).

Latihan PJD yang dilakukan di Brigif 2 Marinir Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur itu dipimpin oleh Letda Marinir Aman. Ketika menyampaikan materi pelatihan, Letda Marinir Aman mengatakan, latihan Pertempuran Jarak Pendek adalah salah satu kemampuan yang harus dimiliki bagi setiap prajurit Yonif 3 Marinir.

Karena Pertempuran Jarak Pendek, lanjut Letda Aman, dalam pelaksanaannya teknik pertempuran jarak pendek itu adalah teknik untuk melakukan pembebasan tawanan atau sandera.

"Kecepatan, kekerasan, dan daya kejut yang luar biasa menjadi modal utama untuk melaksanakan latihan pertempuran jarak dekat, kegiatan ini bertujuan untuk melatih kesiapsiagaan prajurit mulai dari gerakan, taktik dan tekhnik, komunikasi antar tim, penyelesaian sasaran," kata Letda Marinir Aman dikutip VIVA Militer dari keterangan resmi Dispen Kormar, Senin, 25 Januari 2021.

Sementara itu, Komandan Batalyon Infanteri 3 Marinir Letkol (Mar) Tri Yudha Ismanto berharap kepada seluruh prajurit Korps Marinir agar dapat melaksanakan latihan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab. Karena dengan kesungguhan dan kedisiplinan yang tinggi, latihan pertempuran jarak pendek seperti itu dapat menunjang mobilitas tinggi dan mampu bertempur di setiap medan dalam keadaan apapun serta siap menjaga keutuhan NKRI.

"Utamakan faktor keamanan (Zero accident) baik personel maupun material dan tetap laksanakan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19," ujarnya.

Baca juga: 6 Prajurit TNI AU Naik Pangkat Karena Tembak Mati Pentolan OPM