Tingkatkan Kinerja, Mendag Lantik 5 Pejabat Pimpinan Tinggi Madya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi melantik 5 orang Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan 13 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kementerian Perdagangan, di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (3/5/2021).

“Pelantikan ini merupakan langkah Kemendag meningkatkan kinerja di masa yang penuh dengan segudang tugas serta tantangan seperti saat ini dan dengan tetap mengedepankan transparansi,” kata Mendag Lutfi, Senin (3/5/2021).

Pelantikan ini merupakan langkah Kemendag meningkatkan kinerja di masa yang penuh tantangan saat ini.

Berikut Pejabat Pimpinan Tinggi Madya (Pejabat Eselon I) yang dilantik yaitu:

1. Oke Nurwan, Dipl. Ing., sebagai Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri

2. Drs. Didi Sumedi, MBA., sebagai Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional

3. Dr. Ir. Kasan, M.M., sebagai Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan.

4. Indrasari Wisnu Wardhana, S.Kom., M.Si., sebagai Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi,

5. Drs. Syailendra, M.M., sebagai Staf Ahli Bidang Iklim Usaha dan Hubungan Antar Lembaga.

Mendag mengharapkan, melalui pelantikan ini dapat terbentuk tim yang lebih baik dan mampu bergerak cepat dalam memenuhi segala kebutuhan masyarakat, serta terus saling bahu-membahu bangkit dari masa pandemi ini.

Dalam pelantikan ini, turut dilantik Ir. Ani Mulyati, M.M., sebagai Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Perdagangan.

“Para pejabat Kementerian Perdagangan diharapkan selalu berkolaborasi, menjaga kekompakan, profesional, berinovasi, serta menciptakan berbagai terobosan dalam menjalankan tugasnya,” pungkas Mendag.

Mendag: Kepercayaan Konsumen Berbelanja Penting untuk Pulihkan Ekonomi

Muhammad Lutfi (Liputan6.com/dok/Faisal R Syam)
Muhammad Lutfi (Liputan6.com/dok/Faisal R Syam)

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengajak konsumen Indonesia lebih berdaya dan memperjuangkan hak-haknya. Hal ini untuk mendorong kepercayaan konsumen dalam berbelanja sehingga dapat menggerakan pemulihan ekonomi nasional.

"Perekonomian Indonesia dihitung dari penerimaan produk domestik bruto (PDB) yang sebagian besar datang dari konsumsi masyarakat. Untuk memastikan pertumbuhan konsumsi, pemerintah harus memastikan konsumen memiliki kepercayaan untuk berbelanja," ujar Mendag Lutfi dalam keterangan tertulis, Rabu (21/4/2021).

Kementerian Perdagangan (Kemendag) disebutnya berkomitmen melindungi konsumen, baik saat belanja secara daring maupun luring. Di era perdagangan digital, konsumen harus lebih cerdas agar tidak dirugikan.

"Pemerintah akan mempersiapkan aturan penyeimbang untuk penjualan daring dan luring agar tidak terjadi kesenjangan di antara keduanya. Hal ini untuk melindungi pedagang kecil meskipun konsumen diuntungkan dari segi harga," terangnya.

Menurut dia, konsumen cerdas merupakan hasil dari interaksi penjual dan pembeli. "Dengan interaksi yang lebih intens, ke depan tanpa aturan resmi dari pemerintah akan terjadi kesepakatan antara penjual dan pembeli. Hal ini akan lebih baik dari aturan yang dibuat pemerintah," ungkapnya.

Dia menambahkan, konsumen Indonesia harus menjadi konsumen yang cerdas dan berdaya. Apabila dirugikan, konsumen dapat menuntut hak-haknya dan menyampaikan pengaduan, di antaranya melalui datang langsung ke kantor Kemendag atau kantor Dinas Perdagangan di seluruh Indonesia.

"Ini merupakan tindakan pemerintah untuk memastikan konsumen terlindungi dan untuk bisa dilindungi, konsumen harus memperjuangkan hak-haknya," pungkas Mendag Lutfi.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: