Tingkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan, Sejumlah RS di Bali Dapat Alkes Baru

Merdeka.com - Merdeka.com - Ikatan Ahli Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (IAMARSI) Pengurus Wilayah Bali dan PT Kimia Farma Tbk bekerja sama dengan PT Privy Identitas Digital dalam upaya meningkatkan pelayanan masyarakat di bidang kesehatan untuk beberapa rumah sakit dan dinas kesehatan di Bali.

Kegiatan ini memberikan bantuan alat kesehatan (Alkes) kepada RSUD Bali Mandara, RSPTN Universitas Udayana, RSUD Nyitdah Tabanan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Badung di hotel Trans Resort Bali, Kerobokan, Badung, Bali, Sabtu (29/10/2022). Adapun kegiatan yang bertajuk 'Sinergi untuk Pelayanan Kesehatan Indonesia yang Lebih Baik' menindaklanjuti perkembangan pelayanan kesehatan masyarakat serta upaya inovatif yang melibatkan banyak pihak.

"Kita perlu bersinergi dan berkolaborasi dengan banyak pihak dalam rangka mengakomodir kepentingan manajemen rumah sakit, khususnya di Wilayah Bali. IAMARSI Bali sebagai organisasi formal yang mewadahi rumah sakit-rumah sakit terus mendorong dan memberikan kontribusi positif pada peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat," ujar Ketua IAMARSI PW Bali Dr. dr. AAN. Jaya Kusuma, Sp.OG., K KFM., MARS. Jaya Kusuma, Senin (31/10).

Sementara itu perwakilan dari PT Kimia Farma Tbk, Hendri Fatriona menyambut baik kegiatan CSR yang dilakukan, demi meningkatkan pelayanan sekaligus memberikan bantuan kepada rumah sakit yang memerlukan alkes.

"Kami sangat menyambut baik kegiatan ini dan diharapkan kolaborasi antara IAMARSI PW Bali, Kimia Farma dan Privy dapat berlangsung terus serta memberi manfaat dalam menunjang peningkatan fasilitas kesehatan di rumah sakit," ungkap Hendri.

Transformasi digital pada layanan kesehatan saat ini menjadi sebuah kebutuhan. Kemajuan teknologi digital saat ini menghasilkan era yang serba praktis, cepat, dan akurat serta dipakai dalam hampir setiap sektor kehidupan.

Sistem digitalisasi dapat menjadi andalan bagi tenaga medis untuk mempermudah proses pendaftaran, verifikasi identitas dan tanda tangan tersertifikasi untuk pasien serta manajemen rumah sakit. Selain itu, digitalisasi juga bisa diberlakukan pada pencatatan medis, cek lab, treatment kesehatan dan lainnya.

"Kami berharap tentunya, tidak hanya melalui alat dan sumber daya manusia yang mumpuni dalam meningkatan layanan kesehatan ini dapat terlaksana, namun juga dengan layanan verifikasi identitas digital dan tanda tangan elektronik tersertifikasi yang kami miliki, dapat ikut membantu program pemerintah khususnya di bidang kesehatan. Dengan demikian, selain pengelolaan data yang lebih baik tentunya juga pelayanan kesehatan secara tepat, cepat dan memudahkan dapat terwujud," ungkap CEO Privy Marshall Pribadi. [ded]