Tingkatkan Peran Milenial di Sektor Pertanian, Ikuti Program Bertani Untuk Negeri

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Sebagai negara agraris, hingga kini sektor pertanian tetap menjadi tonggak yang menopang pertumbuhan ekonomi dan ketahanan pangan Indonesia. Peternakan sebagai salah satu sub sektor pertanian memiliki peran strategis dalam yaitu dalam upaya pemantapan ketahanan pangan untuk memenuhi kebutuhan protein hewani, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan dapat memacu pengembangan wilayah.

Permintaan daging ayam dan telur ayam diperkirakan tumbuh masing-masing sebesar 61% dan 39% selama periode 2005-2030. Prospek bisnis di bidang peternakan terbukti menjanjikan. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertanian mengalami pertumbuhan tertinggi di antara sektor usaha lainnya pada triwulan II 2021.

Sektor ini tumbuh sebesar 12,93% dibanding triwulan sebelumnya. Bahkan, sejak awal pandemi hingga sekarang sektor pertanian tidak pernah minus. Di saat industri lainnya terpuruk, industri pertanian terbukti tangguh menghadapi pandemi COVID-19.

Namun, pendidikan dan pelatihan saat ini kurang berfokus pada pengembangan di sektor agrikultur. Industri agribisnis di Indonesia semakin membutuhkan sumber daya, khususnya generasi muda yang berkompetensi tinggi untuk regenerasi pelaku usaha agrikultur dan turut serta mengembangkan dunia agrikultur di Indonesia.

Program magang

Ilustrasi petani. (Dok. Kementan)
Ilustrasi petani. (Dok. Kementan)

Guna menjawab tantangan serta isu di dunia agrikultur di atas ini, Yayasan Edufarmers International (d/h Japfa Foundation) berinisiatif meluncurkan program Bertani Untuk Negeri yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan peternak & petani rakyat.

Bekerja sama dengan Rabo Foundation, program ini akan mempertemukan mahasiswa dengan peternak ayam petelur di Jawa Timur dengan harapan terjadi transfer ilmu pengetahuan dan teknologi dari mahasiswa dan industri kepada petani/peternak rakyat sehingga dapat terjadi peningkatan produktivitas.

Program magang ini terbuka untuk umum bagi laki-laki atau perempuan berusia max 35 tahun dan pendidikan minimal setara D3 semua jurusan (diutamakan jurusan peternakan, kedokteran hewan, dan manajemen bisnis atau sejenisnya) dari seluruh perguruan tinggi negeri/swasta di Indonesia.

Program offline

Ilustrasi ayam peternakan. Pasangan peternak tadi mencoba untuk memasukkan ternak mereka ke dalam kandang di malam hari, agar ayam-ayam itu tidak berkokok. (Sumber a2ua.com)
Ilustrasi ayam peternakan. Pasangan peternak tadi mencoba untuk memasukkan ternak mereka ke dalam kandang di malam hari, agar ayam-ayam itu tidak berkokok. (Sumber a2ua.com)

Program akan dilaksanakan secara offline di Jawa Timur selama 6 bulan dan diawali dengan bootcamp selama 1 bulan bagi para peserta untuk mengenal bisnis peternakan, dampak perubahan iklim, dan pemeliharaan secara lebih mendalam.

Selama program peserta akan didampingi oleh para mentor terbaik di industri peternakan. Peserta magang akan mendapatkan tunjangan transportasi dan uang saku setiap bulannya.

Pendaftaran ditutup 14 Januari 2022. Daftar langsung segera di bit.ly/PendaftaranProgramBUN4 atau ikuti instagram @edufarmers dan @bertaniuntuknegeri untuk info lebih lanjut.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel