Tingkatkan produksi migas, Sesmenko Perekonomian sambangi PT McDermott

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyambangi perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi minyak lepas pantai terbesar di Indonesia dan juga merupakan salah satu yang terbesar di dunia, PT McDermott Indonesia di Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau.

Kunjungan Sesmenko Suswijono bersama rombongan Kemenko Perekonomian dan sejumlah Pemimpin Redaksi media massa nasional itu bertujuan untuk mendorong optimalisasi fabrikasi offshore guna meningkatkan produksi migas nasional.

Dalam keterangan resmi Kemenko Perekonomian di Jakarta, Senin, disebutkan bahwa penerapan efisiensi hulu migas telah memberikan dampak yang positif bagi penerimaan negara. Hal ini juga didukung dengan harga minyak dunia yang tinggi.

Hingga Juni 2022, sedikitnya penerimaan sudah mencapai 9.7 miliar dolar AS dari hulu migas, yakni setara dengan Rp140 triliun. Hal tersebut telah memenuhi sekitar 97,3 persen target capaian penerimaan negara pada APBN 2022 yaitu sebesar 9,95 miliar dolar AS.

Dalam mewujudkan capaian tersebut, pengembangan industri bangunan lepas pantai tentunya memiliki peran yang begitu besar, tak terkecuali fabrikasi offshore di Batam.

Peningkatan investasi di Batam juga turut mendorong pengembangan industri tersebut, sehingga mampu meningkatkan produksi migas nasional dan memberikan multiplier effect hulu migas bagi perekonomian nasional maupun daerah.

Aktivitas jasa perkapalan McDermott di Batam berpengaruh besar terhadap produksi McDermott secara global. Pada akhir Agustus 2022, PT McDermott Indonesia mendapatkan Tyra Project seberat 23 ribu ton yang nantinya akan dikirimkan ke Denmark.

Perusahaan yang secara resmi mulai beroperasi di Batam pada 1972 itu, memiliki total tenaga kerja 7.000 orang pada 2022. Nantinya diperkirakan penyerapan tenaga kerja hingga 2024 akan mencapai 12.000 orang.

Penyediaan training center bagi pegawai juga menjadi fokus PT McDermott Indonesia, sehingga karyawan akan semakin produktif. Hal tersebut merupakan langkah strategis dalam menjalankan proyek hingga 2024, sehingga dapat menjadi angin segar dalam upaya pemulihan perekonomian daerah.

Dukungan Pemerintah Daerah juga dilakukan dalam bentuk fasilitas pendukung investasi, seperti jalan, pengembangan Bandara Hang Nadim, revitalisasi pelabuhan, hingga aplikasi pada sistem perizinan yaitu Online Single Submission (OSS).

Selain itu, Pemerintah terus mengupayakan sinergi dari berbagai stakeholders agar produktivitas dapat meningkat dengan pesat dan memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian nasional. Dengan adanya dukungan penuh dari Pemerintah dan stakeholders terkait, aktivitas perusahaan akan berjalan lancar dan mampu menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif.

Baca juga: Pemerintah dorong efisiensi industri aviasi guna turunkan harga tiket

Baca juga: Menko Airlangga harap pengusaha bekerja sama ciptakan usaha kondusif