Tingkatkan Produktivitas dan Lebih Hemat, Petani Bone Maksimalkan Transpanter

Liputan6.com, Jakarta Alat dan mesin pertanian (alsintan) jenis tranplanter dinilai menguntungkan bagi para petani di Bone karena dapat meningkatkan produktivitas panen dan hemat biaya. Upaya memaksimalkan alsintan itu, mengikuti instruksi dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

"Dalam pandemi Covid-19, kita harus menjamin ketersediaan pangan. Dan hal itu hanya bisa dilakukan jika kita terus menanam. Usai panen jangan terlena, langsung tanam lagi. Manfaatkan alsintan agar hasilnya lebih maksimal dan produktivitas meningkat," ujar Menteri Syahrul, Senin (16/6).

Hal senada disampaikan Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Sarwo Edhy. Dia berharap alsintan yang sudah ada, bisa dimaksimalkan petani.

"Dalam pertanian yang maju, mandiri, dan modern, alsintan menjadi komponen penting. Baik dari olah lahan hingga panen. Karena dampaknya pada produktivitas. Di Indonesia, lahan pertanian sangat luas jadi sudah semestinya penggunaan alsintan dimanfaatkan untuk membantu sektor pertanian," tuturnya.

Di Dusun Dekko, Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, para petani telah melakukan tanam dengan memanfaatkan mesin transplanter. Sarwo Edhy menjelaskan bahwa transplanter bisa menjadi pilihan petani dalam menanam.

"Itu karena dengan transplanter biaya yang digunakan untuk menanam jauh lebih hemat jika dibandingkan menggunakan sistem tanam manual atau menggunakan tenaga manusia," tutur Sarwo Edhy.

Secara waktu, penanaman penggunaan transplanter juga jauh lebih cepat. Selain itu, petani memilih alsintan jenis ini untuk menambah hasil produksi petani.

Sebelum kegiatan tanam, para petani membuat dapok dengan memberi alas koran pada media dapok. Selanjutnya, dilakukan pengayakan tanah dengan campuran pupuk kandang untuk kemudian dimasukkan tanah ke dalam media dapok.

Sementara penyiraman dilakukan dengan cara dipercikkan. Petani lalu menghamburkan benih dengan takaran 1 gelas plastik atau dapok dan dihambur secara merata. Setelah muncul kecambah berumur 10-15 hari sudah bisa ditanam dengan menggunakan alat menggunakan alat transplanter.

 

(*)