Tinjau Banjir di Puncak, Muhadjir Usul Segera Tanami Pohon Keras

Agus Rahmat, Muhammad AR (Bogor)
·Bacaan 2 menit

VIVABanjir bandang terjadi di kawasan Puncak, Bogor yakni di pemukiman PTPN VIII kawasan Gunung Mas, Selasa 19 Januari 2021 kemarin.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy bersama Direktur Jaminan Sosial Keluarga Kementerian Sosial Rachmat Koesnadi, didampingi Bupati Bogor Ade Yasin meninjau lokasi banjir, Rabu 20 Januari 2021.

Muhadjir menerangkan, tingginya kejadian bencana alam yang terjadi di Indonesia diantaranya akibat dampak badai La Nina. Seperti bencana banjir bandang di Puncak Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Baca juga: Kemendagri Terbitkan Edaran Agar Pemda Permudah Investasi

“Pantauan saya, dari segi lingkungan sepanjang yang saya amati dan laporan dari Dirut PTP Gunung Mas sebetulnya dalam kondisi baik dan terawat. Hanya saja saya merekomendasikan untuk segera lakukan penanaman pohon keras sehingga kondisi lingkungan semakin aman,” kata Muhadjir, dalam peninjauannya.

Menurut mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu, selain tanaman keras, berdasarkan pencanangan Presiden Joko Widodo yakni memperbanyak penanaman tanaman perdu terutama di wilayah yang kemiringannya ekstrem.

“Tanaman perdu ini sangat penting karena memiliki daya cengkram yang sangat kuat untuk mencegah dan meminimalisir terjadinya longsor tanah yang gembur maupun banjir bandang,” ujar Muhadjir.

Direktur Jaminan Sosial Keluarga Kemensos Rachmat Koesnadi menjelaskan, kementerian pada Tahap I menyalurkan bantuan senilai Rp107.357.775 kepada korban banjir bandang di Gunung Mas, Kabupaten Bogor.

"Bantuan ini berupa makanan bayi, selimut, matras dan logistik lainnya. Ini merupakan bentuk Negara hadir untuk membantu masyarakat," kata Rachmat.

Selanjutnya setelah melihat kondisi lapangan dan berdasarkan arahan Menko PMK, disalurkan bantuan Tahap II senilai Rp121.643.665 berupa kebutuhan pengungsian lainnya. Seperti perlengkapan memasak, piring, bumbu masak, gas elpiji, perlengkapan mandi, mencuci, pembalut, pampers dan lainnya.

Untuk membantu melakukan evakuasi, dikatakan Rachmat, Kemensos juga menerjunkan taruna siaga bencana (Tagana), SDM PKH, TKSK, karang taruna dan relawan lainnya sebanyak 350 orang.

"Mereka akan bersama TNI-POLRI dan pemda melakukan evakuasi dan memberikan pertolongan kepada korban," tambah Rachmat.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan makanan, Kemensos juga telah membuka dapur umum sejak hari pertama setelah kejadian.
"Dapur umum tersebut telah memasak sebanyak 900 bungkus pada tanggal 19 dan hari ini memasak 1.120 bungkus bagi pengungsi," jelasnya.

Data BPBD mencatat sebanyak 169 kepala keluarga telah mengungsi dengan jumlah jiwa sebanyak 730.