Tinjau Lokasi Pengungsian Gempa Mamuju, Kepala BNPB Minta Warga Kembali ke Rumah

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto meninjau lokasi pengungsian bencana gempa bumi bermagnitudo 5,8 di Stadion Manakarra, Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (9/6). Saat peninjauan, Suharyanto berdialog singkat dengan warga. Dalam dialog tersebut, Suharyanto mendengar kesaksian warga yang merasa masih trauma dengan gempa bumi M 6,2 Mamuju pada Januari 2021 lalu.

Suharyanto meminta agar masyarakat tidak panik dan kembali ke rumah masing-masing. Dia kembali mengingatkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa gempa bumi M 5,8 pada Rabu (8/6) kemarin tidak berpotensi tsunami dan minim gempa susulan.

"Sehingga masyarakat dipastikan aman apabila kembali ke rumah, dengan catatan tetap harus waspada karena Sulawesi Barat merupakan daerah rawan gempa bumi sedang hingga tinggi," demikian kata Suharyanto dikutip dari siaran pers BNPB, Kamis (9/6).

Pada kesempatan itu, Suharyanto juga menyerahkan bantuan logistik kepada warga berupa tenda pengungsi 10 unit, makanan tambahan gizi 174 paket, dan perlengkapan bayi 110 paket. Kemudian perlengkapan keluarga 68 paket, masker 3.600 lembar, kantong jenazah 65 lembar, selimut 500 buah, matras 300 buah, dan rendang 300 paket.

BNPB mencatat Stadion Manakarra telah menampung sebanyak kurang lebih 1.185 warga dampak gempa bumi M 5,8 kemarin. Tim gabungan dari unsur forkopimda telah mendirikan beberapa tenda darurat guna tempat evakuasi sementara, dapur umum, posko kesehatan, dan tenda khusus trauma healing bagi anak-anak.

Gempa bumi M 5,8 Mamuju berpusat di koordinat 2,77° LS ; 118,56° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 26 kilometer arah Barat Tapalang Barat, Mamuju, Sulawesi Barat.

Kejadian ini menyebabkan sekitar 7.650 warga Kabupaten Majene mengungsi. Berdasarkan laporan visual dari lapangan per Rabu (8/6) pukul 21.50 WIB, para warga mulai mendirikan tenda darurat menggunakan terpal berwarna biru dan oranye di beberapa titik tak jauh dari permukiman mereka, di pelataran masjid Deking dan di SMK Kota Tinggi.

Hal serupa juga dilakukan oleh para warga Kabupaten Mamuju karena khawatir terjadi gempa bumi susulan dan potensi ancaman tsunami. Pantauan visual dari lapangan ada tiga titik pengungsian warga yakni di Stadion Mamuju, Kantor Bupati Mamuju dan Kantor TVRI Sulawesi Barat di Mamuju. Jumlah warga Mamuju yang mengungsi sementara ada sebanyak 7.670 jiwa.

Sementara itu, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat, sebanyak 17 warga mengalami luka-luka setelah terkena material reruntuhan bangunan Gedung PKK, Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Barat, ketika gempa bumi terjadi. Saat ini, para warga yang terluka telah telah mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Mamuju. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel