Tinjau Penanaman Tebu di Mojokerto, Jokowi: Varietas Baru Tunjukkan Hasil Luar Biasa

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau penanaman tebu di kebun tebu Temu Giring, Kabupaten Mojokerto, Jawa Tengah, pada Jumat (4/11). Selain meninjau, Jokowi berkesempatan berdialog dengan para petani tebu mengenai penanaman tebu dengan varietas baru.

"Ini kita telah memulai sesuatu yang baru untuk urusan tebu, karena kita gunakan varietas yang paling baru ini. Tadi dr. Plinio (pakar tebu dari Brasil) menyampaikan bahwa di sini tidak perlu pemupukan untuk yang nitrat, kemudian yang potas tidak perlu karena tanahnya sudah bagus. Ini yang sangat bagus," ujar Jokowi dalam keterangannya di kebun tebu Temu Giring, Jumat (4/11).

Kepala negara menuturkan bahwa penanaman tebu dengan varietas baru dalam waktu 26 hari menunjukkan hasil yang baik. Bahkan, hasil penanaman tebu varietas baru di Tanah Air menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan di Brasil.

"Dengan telah ditanam (varietas baru) ini yang sudah 26 hari, dilihat tadi hasilnya luar biasa. Biasanya di Brasil itu hanya nongolnya 2 (batang), di sini bisa nongol 4 atau 5 (batang). Ini juga sesuatu yang luar biasa," tuturnya.

Kepala negara menargetkan dapat menyiapkan 700 ribu hektare lahan tebu agar dapat mencapai swasembada gula dalam 5 tahun ke depan. Lahan tersebut akan tersebar di beberapa daerah, baik di Jawa maupun luar Jawa.

"Kita bisa betul-betul menyiapkan 700 ribu hektare, kita akan mandiri, kita akan swasembada gula dalam 5 tahun ke depan. Dan akan saya siapkan yang 700 (ribu hektare) itu, sekarang baru dapat 180 ribu hektare. Kita butuhnya 700 ribu hektare, akan saya siapkan," ucapnya

Dalam dialog dengan para petani tebu, Jokowi sempat menanyakan perkiraan hasil produksi tebu dengan menggunakan varietas baru tersebut.

"Bapak-bapak udah nyoba yang (varietas) baru ini? Kalau melihat yang sudah ada yang 26 hari itu bagaimana?" tanya Jokowi.

"Belum Pak, kalau yang seperti ini bisa 2.000 (kuintal) 1 hektare, atau 200 ton," jawab seorang petani tebu.

"Moga-moga ada hasilnya di sini, dari 1.500 (kuintal) bisa ke 2.000 (kuintal) itu gede banget," tutur Kepala Negara. [lia]