Tinjau Sistem Air Minum Mandalika dan Tempat Olah Sampah, Ini Pinta Menteri Basuki

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau progres pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Mandalika dan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Pengengat di Kabupaten Lombok Tengah. Ini dia lakukan kunjungan kerjanya ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Secara khusus, Menteri Basuki meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Lombok Tengah untuk meningkatkan layanan bagi masyarakat dalam pengelolaan sampah, termasuk dalam pengolahan air lindi (limbah) sebagai residu dari sampah.

"(Sampah yang masuk ke sel landfill) Tolong dipadatkan dengan tanah yang betul, agar TPA tidak cepat penuh, dengan kata lain, usia pemakaian TPA yang lebih panjang," kata dia di Jakarta, Jumat (12/11/2021).

Selanjutnya, Menteri Basuki juga menekankan agar pengolahan air lindi dilakukan dengan baik sehingga tidak polutif bagi kondisi lingkungan.

"Air lindinya harus diolah dengan betul, tidak cukup dengan diendapkan saja. Kita harus pastikan agar air lindi yang sudah diolah tidak mencemari kali dan sumur-sumur warga," tegasnya.

Pada Agustus 2020, Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya telah melakukan revitalisasi TPA Sampah Pengengat dengan membangun sejumlah fasilitas pendukung seperti perbaikan Instalasi Pengolah Lindi, pembangunan jalan operasi.

Kemudian jembatan timbang, kantor pengelola, pos jaga, tempat cuci truk, hanggar alat berat, mushola, letter sign, pagar keliling sepanjang 750 meter, 2 unit sumur monitor, dan lansekap.

Diharapkan program revitalisasi akan meningkatkan kapasitas tampung TPA dari semula 400 m3 per hari menjadi 800 m3 per hari.

Seluruh pengerjaan revitalisasi TPA Sampah Pengengat dibiayai APBN Kementerian PUPR sebesar Rp 21,2 miliar melalui skema kontrak tahun jamak (MYC) 2020-2021 dengan kontraktor pelaksana PT Ardi Tekindo Perkasa.

Revitalisasi TPA dengan Sistem Sanitary Landfill dapat meningkatkan kualitas lingkungan, menyelamatkan air permukaan (sungai dan pantai), dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di sekitarnya.

Perkembangan Pembangunan

embangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Mandalika dan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Pengengat di Kabupaten Lombok Tengah. Dok PUPR.
embangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Mandalika dan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Pengengat di Kabupaten Lombok Tengah. Dok PUPR.

Sebelumnya, Menteri Basuki juga meninjau progres pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Mandalika.

Pembangunan jaringan layanan air minum melalui peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di KSPN Prioritas juga diharapkan dapat menjaga optimisme dan kesinambungan pembangunan infrastruktur untuk mendukung produktivitas sektor pariwisata.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Nusa Tenggara Barat Ika Sri Rejeki mengatakan, pembangunan SPAM Mandalika saat ini sudah mulai dilaksanakan untuk tahap I dengan kapasitas 50 liter per detik.

"Saat ini progres konstruksinya sudah 70,12 persen dan ditargetkan akhir Desember 2021," jelas Ika.

Pembangunan SPAM Mandalika tahap I tersebut mencakup pekerjaan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Baja berkapasitas 50 liter per detik, reservoir induk 2800 m3, dan pipa intake ke IPA sepanjang 25.000 m.

Pembangunannya dilaksanakan oleh kontraktor PT Memiontec Indonesia-PT Bayu Surya Bakti Konstruksi (KSO), dengan nilai kontrak Rp 58,21 miliar.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel