Tinjau Vaksinasi Covid-19 di Kaltim, Jokowi: Ada 24 Ribu Dosis yang Akan Disuntikkan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo atau Jokowi meninjau pelaksanaan vaksinasi massal Covid-19 di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (24/8/2021). Dia menyampaikan vaksinasi ini juga dilakukan di 9 kabupaten/kota di Kalimantan Timur secara bersamaan.

Adapun saat peninjauan Jokowi ditemani oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Kemudian, ada Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor dan Wali Kota Samarinda Andi Harun

"Ini totalnya di Provinsi Kalimantan Timur akan disuntik sebanyak 24.000 (dosis) vaksin," kata Jokowi sebagaimana ditayangkan di Youtube Sekretariat Presiden, Selasa.

Dia berharap dengan program vaksinasi massal ini, kekebalan komunal atau herd immunity di Kalimantan Timur segera terbentuk. Sehingga, penyebaran virus corona di Kalimantan Timur dapat dicegah.

"Kita harapkan semuanya berjalan lancar dan segera bangun kekebalan komunal di seluruh Provinsi Kaltim dan kita berharap penyebaran Covid-19 dapat segera dikurangi dan kurang di provinsi ini," jelasnya.

Sebelumnya, Jokowi menyampaikan saat ini cakupan vaksinasi Covid-19 di Indonesia telah meningkat. Ia pun menargetkan cakupan vaksinasi hingga 100 juta dosis.

"Saat ini, 90,59 juta dosis vaksin sudah disuntikkan. Saya minta Menteri Kesehatan, akhir Agustus bisa mencapai lebih dari 100 juta dosis vaksin yang disuntikkan," kata Presiden Jokowi saat pengumuman Perkembangan PPKM Terkini yang ditayangkan di laman YouTube Sekretariat Negara, Senin (23/8/2021).

Sementara itu, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengingatkan, pemerintah daerah tidak menahan stok vaksin dalam pendistribusiannya. Peringatan ini disampaikan seiring arahan Presiden Joko Widodo tentang pedoman hidup bersama epidemi.

"Agar segera disuntikan, jadi jangan ditahan sebagai stok vaksin, segera disuntikan dikirimkan ke provinsi, provinsi juga diminta mengirimkan ke kabupaten kota," katanya dalam konferensi pers virtual, Senin (23/8/2021).

Tidak Pilih-Pilih Vaksin

Sebagai bentuk transparansi, dia menyampaikan, pemerintah telah membuat situs agar publik dapat memantau berapa dosis vaksin yang telah disuntikan di setiap daerah, stok vaksin dengan beragam merek.

Dengan adanya berbagai macam merek vaksin sekaligus pengingat program percepatan vaksinasi, Budi meminta agar masyarakat tidak memilih-milih merek vaksin.

"Dengan adanya beberapa macam vaksin ini kami imbau agar masyarakat tidak pilih-pilih vaksin, karena semua vaksin memberikan manfaat yang sama yaitu membangun antibodi," tutup Budi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel