Tinjau Vaksinasi Pedagang di Yogya, Jokowi Ingin Ekonomi Bangkit

Fikri Halim, Eduward Ambarita
·Bacaan 1 menit

VIVA – Presiden Jokowi meninjau kegiatan vaksinasi massal bagi tenaga atau pekerja publik dalam kunjungan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Bersama Sri Sultan Hamengku Buwono X, lokasi pertama yang dipilih adalah Pasar Beringharjo.

"Saya tadi melihat proses vaksinasi yang dilakukan untuk para pedagang di pasar Beringharjo berjalan lancar dan juga untuk para pedagang kaki lima, para pelaku usaha kemudian penjaga toko, karyawan di usaha-usaha yang ada di Jalan Malioboro sampai ke alun-alun juga proses vaksinasinya berjalan dengan lancar," kata Jokowi, Senin 1 Maret 2021.

Baca juga: Rupiah Melemah Lagi, Hari Ini Tembus Rp14.300 per Dolar AS

Jokowi berharap, sebanyak 19.900 di kawasan Malioboro semuanya ikut vaksinasi. "Dan kita harapkan ini segera diselesaikan sehingga kita berharap ekonomi bisa pulih kembali, bisa bangkit kembali, kemudian pariwisata di Yogyakarta,” katanya.

Rencana selanjutnya, Kepala Negara bersama rombongan terbatas akan bergerak menuju Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta yang jaraknya tak begitu jauh dari lokasi pertama.

Di lokasi yang menjadi daya tarik bagi para wisatawan di Kota Pelajar ini kegiatan masih sama. Yakni meninjau pelaksanaan vaksinasi massal. Sejumlah pedagang kaki lima, pegawai tokoh, dan para pelaku usaha lokal akan menerima suntikan dosis vaksin COVID-19.

Sebelumnya, pagi ini Presiden Jokowi bertakziah dan datang melayat ke tempat mendiang Mantan Hakim Agung Artidjo Alkostar yang disemayamkan di Masjid Ulil Albab, Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta.

Mantan Hakim Agung yang dikenal sangat berintegritas, jujur, dan tak ragu dalam penegakan hukum tersebut berpulang pada usia 72 tahun, pada Minggu 28 Februari 2021 kemarin.

"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Kemarin hari Minggu telah berpulang ke rahmatullah Bapak Artidjo Alkostar. Kita telah kehilangan putra terbaik bangsa," ujar Jokowi.

Baca juga: Tolak Perpres Investasi Miras, PPP: Mudharatnya Lebih Besar