TINS Bidik Produksi 30 Ribu Ton Bijih Timah

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Timah (Persero) Tbk (TINS) menargetkan produksi bijih timah sebanyak 30 ribu ton per tahun. Diketahui, tahun lalu sempat terjadi ketidakpastian ketersediaan pasokan bijih timah bagi perseroan.

Ketidakpastian tersebut dipicu adanya dinamika penerbitan Rencana Kerja Anggaran dan Biaya (RKAB) pada akhir 2020 yang menyebabkan rencana akuisisi tambang oleh perseroan untuk mengamankan suplai bijih timah menjadi terkendala.

"Jadi sebagaimana kita ketahui bersama adanya dinamika terhadap perolehan atau akuisisi PT Timah, di tahun 2021 ini perseroan berharap untuk mendapatkan produksi bijih timah minimal sebesar 30 ribu ton per tahun,” ujar Direktur Manajemen Risiko PT Timah Tbk, Wibisono dalam video konferensi, Selasa (6/4/2021).

Sementara untuk logam, Wibisono mengatakan perseroan menargetkan produksi sebanyak 34 ribu ton. Berasal dari pengelolaan inventori yang ada, atau sisa hasil produksi yang ada atau disebut slenk.

“Nanti jumlah produksi logam itu sebesar 34 ribu ton, dan rencana penjualannya adalah sebesar 31 ribu ton,” ujar Wibisono.

Untuk mencapai target tersebut, Wibisono mengatakan, perseroan akan memanfaatkan bijih timah yang bersumber dari tambang di daratan dan lautan di Indonesia.

Saat ini, persentase kontribusi dari kedua sumber timah itu masing-masing berada di angka 70 persen di darat dan 30 persen di laut.

"Untuk presentasi memang saat ini di darat mempunyai kontribusi lebih besar sekitar 70 persen dan di laut sebesar 30 persen. Kita ingin mendorong kontribusi dari laut akan meningkat sekitar 10 persen," kata dia.

Perseroan terus berupaya mengerek kontribusi pertambangan laut dengan menggenjot produksinya tetapi memperhatikan dampak lingkungan. Perseroan juga akan berkoordinasi dan bersosialisasi di kawasan atau daerah operasionalnya. "Jadi ke depan kita harapannya minimal 30 ribu ton tadi akan lebih meningkat lagi,” kata Wibisono.

PT Timah Tak Bagi Dividen

Pengunjung melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Pengunjung melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Timah Tbk (TINS)sepakat tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2020. Adapun pembahasan dividen tersebut masuk dalam mata acara ketiga RUPST yang digelar Selasa, 6 April 2021.

Hal ini disampaikan Direktur Utama Timah Mochtar Riza Pahlevi Tabrani dalam keterangannya usai RUPST yang digelar hari ini.

"Untuk agenda ketiga yakni penggunaan laba bersih perusahaan, tidak ada pembagian laba," ujar Direktur Utama Timah Mochtar Riza Pahlevi Tabrani dalam keterangannya usai RUPST, Selasa, 6 April 2021.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Timah Wibisono menuturkan, TINS dalam pembagian dividen tahun ini lantaran perseroan masih mencatatkan kinerja yang negatif pada 2020.

"Berkaitan dengan dividen tahun ini karena perseroan masih membukukan posisi yang negatif,” ujar Wibisono.

Namun demikian, Wibisono mengatakan perseroan telah mengalami perbaikan secara fundamental. Baik dari sisi neraca, arus kas, serta jumlah kerugian yang kian mengecil.

"Ini adalah sinyal bahwa perseroan sudah on track di dalam perbaikan. Semoga tahun 2021 ini perseroan menjadi lebih baik dibandingkan tahun 2020,” pungkas dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini