Tiongkok Buka Akses Teleskop Pemburu Alien untuk Peneliti Internasional

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Tiongkok mengumumkan akan membuka akses teleskop radio miliknya, FAST, untuk dunia internasional. Hal ini membuat teleskop itu terbuka untuk berbagai macam penelitian, termasuk kemunginkan pencarian peradaban alien.

Untuk diketahui, Tiongkok memang memiliki teleskop radio terbesar yang diberi nama FAST (Five-hundred-meter Aperture Spherical Radio Telescope). Sesuai namanya, teleskop ini memiliki luas 500 meter dan memiliki kemampuan mendeteksi sinyal radio dari planet yang mengorbit di alam semesta.

Berbekal ukurannya yang begitu besar, FAST mampu mencegat sinyal yang mungkin dilewatkan teleskop radio lain. Karena itu, teleskop ini disebut lebih sensitif dalam menangkap sinyal radio, termasuk yang mungkin dihasilkan oleh alien.

Dikutip dari South China Morning Post, Selasa (5/1/2020), peneliti internasional yang tertarik menggunakan FAST harus mendaftarkan proposal terlebih dulu ke Badan Antariksa Tiongkok mulai April 2021.

Mengingat ada kemungkinan permintaan tersebut akan begitu besar, Badan Antariksa Tiongkok sudah menyiapkan panel ahli untuk menyeleksi proposal yang diterima.

Menurut insinyur kepala teleskop, Jiang Peng, kemungkinan para peneliti internasional baru bisa menggunakan fasilitas ini pada Agustus 2021.

"Tahun ini, kami mengalokasikan sekitar 10 persen dari total slot waktu observasi untuk permintaan dari luar negeri," tutur Peng pada kantor berita Xinhua.

Sebagai informasi, Tiongkok saat ini memang menjadi satu-satunya negara di dunia yang mengoperasikan teleskop raksasa setelah teleskop Arecibo di Puerto Rico hancur akhir tahun lalu akibat terpaan topan dan minimnya pemeliharaan.

Teleskop Radio Raksasa Tiongkok Mendeteksi Sinyal dari Antariksa, Alien?

Teleskop Radio terbesar di dunia, Aperture Spherical Telescope atau FAST, terlihat pada hari pertama uji coba di Pingtang, Guizhou, China, Minggu (25/9). Berdiameter 500 meter, teleskop raksasa itu digunakan untuk mendeteksi keberadaan alien. (STR/AFP)
Teleskop Radio terbesar di dunia, Aperture Spherical Telescope atau FAST, terlihat pada hari pertama uji coba di Pingtang, Guizhou, China, Minggu (25/9). Berdiameter 500 meter, teleskop raksasa itu digunakan untuk mendeteksi keberadaan alien. (STR/AFP)

Sebelumnya, FAST juga dilaporkan berhasil mengambil sinyal ruang misterius yang dikenal sebagai fast radio burst (FRB) atau semburan radio cepat.

FRB adalah gelombang energi yang singkat namun kuat dari bagian kosmos yang jauh. FRB pertama kali terlihat pada tahun 2007 dan ilmuwan terus menemukan lebih banyak FRB dari waktu ke waktu.

Sementara para astronom baru-baru ini membuat beberapa kemajuan dalam melacak FRB, mereka belum bisa mengetahui persis apa sinyal-sinyal ini atau asal-muasalnya. FRB mungkin disebabkan oleh Lubang Hitam atau bintang neutron yang disebut magnetar.

Hal menarik yang dideteksi oleh FAST kali ini adalah semburan radio cepat yang berulang, yang kemudian dinamakan FRB 121102 (pertama kali diketahui pada tahun 2012 di Arecibo Observatory di Puerto Rico).

Para peneliti mencatat sinyal tersebut telah melakukan perjalanan sekitar 3 miliar tahun cahaya melintasi Semesta untuk mencapai Bumi.

FAST mulai menempel FRB 121102 sejak 30 Agustus, sebelum merekam lusinan pulsa berikutnya (pada 3 September, lebih dari 20 pulsa terdeteksi). Jadi, ini terlihat seperti FRB yang persisten (berkesinambungan).

Mesin penerima sinyal pada FAST, 19-beam, sangat sensitif terhadap FRB yang mencakup rentang frekuensi 1,05-1,45 GHz, dan itu membuatnya sempurna untuk mengawasi FRB 121102.

Semakin banyak pengamatan yang dilakukan oleh para ahli terhadap FRB ini, maka semakin baik pula peluang ahli astronomi untuk bisa mengetahui apa sebenarnya FRB itu.

Satu gagasan yang disimpulkan oleh mereka adalah bahwa FRB diproduksi berdasarkan disintegrasi kerak bintang neutron jenis tertentu.

Hipotesis lain menyatakan, kemunculan setiap FRB sebenarnya berasal dari sumber yang berbeda pula, yang dapat menjelaskan mengapa FRB 121102 berulang, sementara yang lain tidak.

Analisis Peneliti

"Setidaknya, kita menjadi lebih baik dalam menentukan dari mana datangnya ledakan radiasi elektromagnetik yang misterius ini," ujar tim FAST dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Science Alert, Senin (10/9/2019).

Sekarang, mereka dapat menambahkan data yang dikumpulkan oleh FAST ke basis data yang sedang dikembangkan, tentang fenomena angkasa luar ini.

"Saya hanya berpikir, sangat menakjubkan bahwa alam menghasilkan sesuatu seperti itu," kata fisikawan Ziggy Pleunis dari McGill University kepada Science Alert, setelah membantu merinci delapan FRB baru dalam sebuah makalah yang diterbitkan pada bulan lalu.

"Juga, saya kira ada beberapa informasi yang sangat penting dalam struktur itu, sehingga kita hanya perlu mencari cara untuk menyandikan dan sangat menyenangkan untuk mencoba mencari tahu apa sebenarnya FRB 121102.

(Dam/Why)