Tiongkok Larang Kompetisi Esports PUBG: Battlegrounds

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Tiongkok baru-baru ini melarang semua kompetisi esports PUBG: Battlegrounds, sebagai bagian dari pemberlakuan pembatasan video game di negara itu.

Pelarangan tersebut karena kompetisi game battle royale PUBG: Battlegrounds belum mendapatkan persetujuan dari National Press and Publication Administration (NAPP) Tiongkok.

Pun demikian, pemerintah Negeri Tirai Bambu memang mengizinkan PUBG untuk dimainkan di negeri itu secara pribadi. Namun segala bentuk kompetisi game tersebut masih terlarang.

Dilansir Game Rant, Jumat (1/10/2021), Vice President of China Culture Management Association Esports Committee Yibo Zhang, mengatakan larangan itu berpengaruh kepada penyelenggara, tim, pembuat konten, dan lain-lain.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kejuaraan Besar Terdampak

Seorang pria bermain game komputer di sebuah kafe internet di Beijing, China, Jumat (10/9/2021). Anak di bawah 18 tahun di China kini dilarang bermain game online dari hari Senin sampai Kamis. (GREG BAKER/AFP)
Seorang pria bermain game komputer di sebuah kafe internet di Beijing, China, Jumat (10/9/2021). Anak di bawah 18 tahun di China kini dilarang bermain game online dari hari Senin sampai Kamis. (GREG BAKER/AFP)

Salah satu yang terdampak larangan ini adalah PUBG Champions League (PCL), yang merupakan salah satu liga terbesar di Tiongkok dengan nilai hadian super besar.

Popularitas PCL sangat besar karena menjadi tiket menuju PUBG Global Championship. Larangan pemerintah pun kemungkinan membuat tim Tiongkok tak bisa lolos ke kejuaraan global.

"Tidak jelas apakah PUBG akan dilarang di platform live streaming. Sejauh ini hanya kompetisi PUBG," kata Zhang seperti mengutip Sports Keeda.

Meski belum ada larangan soal live streaming game tersebut, namun Penguin Esports, platform siaran langsung Tencent, sudah menyingkirkan siaran terkait PUBG.

Patut diingat bahwa Tencent merupakan pengembang di balik PUBG Mobile, yang merupakan versi mobile untuk franchise tersebut.

Valorant dan Apex Legends Masih Tunggu Lampu Hijau

Seorang pria bermain game komputer di sebuah kafe internet di Beijing, China, Jumat (10/9/2021). Para ahli di China mengatakan larangan bermain game online dibuat untuk melindungi kesehatan fisik dan mental anak-anak. (GREG BAKER/AFP)
Seorang pria bermain game komputer di sebuah kafe internet di Beijing, China, Jumat (10/9/2021). Para ahli di China mengatakan larangan bermain game online dibuat untuk melindungi kesehatan fisik dan mental anak-anak. (GREG BAKER/AFP)

Demi menghindari kontroversi, platform streaming seperti DouYu dan Huya juga mengambil langkah yang sedikit berbeda.

DouYu mengubah nama Tiongkok dari PUBG: Battlegrounds menjadi Chicken Game, sementara Huya mengubahnya menjadi Daily Chicken Dinner.

Mengutip Dexerto, PUBG bukan satu-satunya game yang belum menerima persetujuan dari NAPP. Beberapa judul seperti Valorant dan Apex Legends pun masih menunggu lampu hijau dari pemerintah.

Namun, menurut Sports Business Journal, larangan PUBG adalah aturan yang menargetkan Steam mengingat ini adalah platform game dari luar negeri.

Tiongkok sendiri memang akhir-akhir ini memperketat aturan soal industri game di negara itu. Langkah itu diklaim demi memerangi kecanduan akibat game online.

(Dio/Isk)

Infografis Pro-Kontra Bahaya PUBG Mobile

Infografis Pro-Kontra Bahaya PUBG Mobile. (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Pro-Kontra Bahaya PUBG Mobile. (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel