Tip Perjalanan ke Maumere

TEMPO.CO , Maumere: Orang-orang mungkin sudah tak asing dengan kota Labuan Bajo. Kota ini memang kerap dikunjungi lantaran menjadi kota persinggahan untuk masuk ke Pulau Komodo. Atau orang kerap bermain ke Danau Kelimutu di Kabupaten Ende. Maumere tak kalah memukau.

Maumere adalah ibu kota Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Kota yang mayoritas penduduknya nasrani ini pernah dikunjungi Paus Yohanes Paulus II pada 1989. Belum banyak orang yang menyadari bahwa Maumere di Kabupaten Sikka pun memiliki pesona dengan keindahan alam, kekayaan biota laut, dan warisan budaya.

Berikut beberapa tip:

1. Sediakan waktu perjalanan sehari. Masing-masing sehari untuk keberangkatan dan kepulangan. Dari Jakarta, butuh waktu sekitar dua jam perjalanan dengan pesawat untuk transit di Denpasar, Bali. Lalu dari pulau dewata itu, melanjutkan perjalanan ke Maumere dengan pesawat selama dua jam pula. Perhitungkan dengan waktu untuk check in dan boarding. Belum lagi, jika pesawat mengalami delay. Tak setiap hari ada penerbangan ke Maumere hanya ada beberapa kali dalam seminggu.

2. Perbedaan waktu sejam. Waktu yang berlaku di Maumere adalah waktu Indonesia tengah.

3. Minum obat antimalaria seminggu sebelum berangkat. Selama berada di sana dan dua minggu setelah Anda pulang. Soalnya, ini daerah endemik malaria. Selama di sana, pakai obat antinyamuk yang sudah dalam kemasan lotion.

4. Pastikan uang saku Anda cukup. Soalnya, hanya ada ATM BNI dan BRI di tempat ini.

5. Booking tempat penginapan terlebih dulu. Saingan Anda adalah turis-turis asing. Pada bulan-bulan tertentu, mereka berbondong-bondong ke Maumere untuk menikmati pantainya yang lebih tenang dan privasi ketimbang Bali. Pastikan tempat penginapan Anda memiliki fasilitas wifi.

6. Bawa sunblock. Mataharinya menyengat kulit. Apalagi jika Anda hobi jalan-jalan di tepi pantai, berenang di laut, snorkeling, dan diving.

7. Bawa jaket. Iklim di daerah pesisir kontras dengan iklim di gunung yang dingin.

8. Tak ada taksi. Anda bisa menyewa mobil melalui agen travel Anda. Beberapa hotel menyediakan fasilitas ini. Dari bandara Frans Seda, tanpa kendaraan, harus jalan kaki cukup lumayan untuk sampai ke jalan utama. Angkutan umum hanya lewat di jalan utama.

9. Jangan khawatir soal makanan. Anda akan selalu menikmati berbagai jenis hidangan ikan. Soalnya, Maumere adalah kota di pesisir. Kalau Anda bosan dengan ikan, ada warung masakan Padang.

10. Tak semua jaringan telepon seluler di sini bagus. Bahkan di beberapa tempat di Kabupaten Sikka, sinyal minim atau bahkan menghilang.

11. Sewa mobil. Tak banyak yang bisa dinikmati di Kota Maumere. Justru kebanyakan di banyak desa di Kabupaten Sikka. Kisaran harganya beragam, tergantung jarak tempuhnya.

12. Bawa vitamin dan obat-obatan. Cuacanya yang terik dan lembab bisa membuat tenggorokan panas dalam.

13. Bawa lengkap peralatan foto dan kamera Anda. Banyak panorama indah yang terlalu sayang dilewatkan. Juga baterei, charge telepon seluler, dan power bank.

NIEKE INDRIETTA

Terpopuler:

AirAsia Buka 2 Rute Baru dari Medan dan Surabaya

Koloni Makanan 

Tenun Ikat Asal NTT Segera Dipatenkan

Jus Pare, Jajanan Jalanan Taipei

Festival Sasando Jadi Ikon Pariwisata NTT

Permainan Rakyat Aceh Dilombakan 

Gelar Tradisi Budaya Jawa Timur di Jember

Main ke Kutub Utara, Tidur di Hotel Es

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.