Tips Agar Kulit Sehat saat Menggunakan Masker Wajah

·Bacaan 2 menit

VIVA – Di masa Pandemi COVID-19, menggunakan masker wajah merupakan hal wajib sebagai langkah protokol kesehatan guna menghindari terpaparnya virus Corona. Namun penggunaan masker yang tidak tepat kerap memicu timbulnya masalah pada kulit.
Sebagian dapat mengalami iritasi, berupa ruam kemerahan bahkan menimbulkan jerawat di kulit wajah, khususnya di area penggunaan masker.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dari Siloam Hospitals Sriwijaya, dr. Inda Astri Aryani, Sp.KK mengatakan, jerawat yang timbul, akibat adanya peradangan kelenjar minyak di wajah yang disebabkan bakteri.

"Biasanya terjadi pada orang yang kulitnya rentan atau sensitif, terutama pada bagian wajah," tutur dr. Inda, melalui edukasi kesehatan Live On Instagram di Palembang, Kamis, 6 Mei 2021.

Dia menjelaskan, terjadinya iritasi akibat tersumbatnya kelenjar minyak yang seharusnya keluar melalui pori kulit. Karena penggunaan masker dan terjadi akibat gesekan yang berulang pada wajah di area batas masker.

"Hal ini bisa terjadi pada saat hembusan nafas yang tertahan dan tidak langsung keluar pada area masker," imbuhnya.

Menurut dr. Inda, sebagian besar pasien yang datang umumnya dengan keluhan pada bagian wajah akibat penggunaan masker. Untuk itu perlu diperhatikan dalam pemakaian masker yang tepat.

"Pastikan memilih masker dengan bahan yang pas dan nyaman serta terbuat dari bahan yang tidak membuat sulit untuk bernafas," jelasnya.

Setiap 4 Jam Ganti Masker bagi Kulit yang Sensitif

Jenis masker yang direkomendasikan oleh penelitian dermatologis memang belum ada. Sedangkan penggunaan masker memang dapat menimbulkan resiko terjadinya jerawat.

"Gunakan masker yang nyaman dan dianjurkan rajin mengganti setiap minimal 4 jam supaya keringat dan kelembaban tetap terjaga. Anda bisa membuka masker atau melepas sebentar setiap 2 jam sekali dengan kondisi aman disekitar anda. Kemampuan filtrasi pada masker maksimal 8 jam," terang dr. Inda.

Bagi yang rentan berjerawat, masker kain yang terbuat dari bahan katun dapat membantu menyerap keringat dan memungkinkan kulit untuk bernafas.Pada penggunaan masker kain yang dapat digunakan kembali harus dipastikan bersih dan dicuci sebelum digunakan kembali.

"Perawatan pada wajah bisa digunakan sabun bayi untuk kulit sensitif atau iritasi. Hindari penggunaan produk pelembab yang belum teruji secara klinis," paparnya.

Bagi wajah yang memang sudah berjerawat sebaiknya lakukan konsultasi dan pemeriksaan dari dokter agar dapat ditangani lebih lanjut, dan sebaiknya hindari penggunaan kosmetik seminimal mungkin agar tidak menutupi pori-pori wajah.

Dokter Inda menjelaskan, pemakaian masker yang dilapisi dengan tisu sebaiknya tidak terlalu lama dengan rentan waktu sekitar 1 sampai 2 jam, khususnya bagi kulit wajah yang mudah berkeringat atau yang menggunakan kacamata.

Pada kulit yang sering terkena gesekan karena tali masker pada telinga bagian belakang, dokter Inda menyarankan dapat menggunakan pelembab agar kulit tidak mudah iritasi atau memerah.

"Jangan terlalu sering memegang atau mengubah posisi masker yang digunakan, pastikan pula saat akan menggunakan masker di posisi yang nyaman, sehingga terhindar dari gesekan pada saat kita membenarkan posis masker yang kurang pas pada wajah," pungkas dr. Inda.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel