Tips agar UMKM Bertahan di Tengah Pandemi Corona Covid-19

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi virus corona Covid-19 yang sedang melanda seluruh dunia termasuk juga Indonesia telah memberikan dampak begitu besar di semua sektor. Mulai dari bisnis, pendidikan hingga olahraga terdampak corona Covid-19. 

Banyak pelaku usaha yang terpaksa harus gulung tikar. Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) termasuk yang terkena dampak paling parah diterjang badai Corona Covid-19

Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat KAGAMA, Budi Karya Sumadi, dalam seminar KAGAMA Inkubasi Bisnis (KIB) ke-IX memberikan masukan bagi UMKM agar bertahan di tengah pandemi virus corona Covid-19. 

Menurut pria yang juga Menteri Perhubungan itu, UMKM kini harus pintar memanfaatkan teknologi informasi. Misalnya dengan menjual dan memasarkan produk secara online. 

“Di masa pandemi virus corona Covid-19, pemanfaatan teknologi informasi menjadi penting. Ini merupakan cara baru, dalam hal ini pemerintah juga berniat melatih banyak orang, termasuk kelompok UMKM untuk bisa mengusai teknologi informasi,” kata Budi.

 

Sangat Banyak

Jumlah UMKM di Indonesia sendiri sangat banyak dan menjadi salah satu penyumbang pertumbuhan ekonomi terbesar bagi Indonesia. Tanpa UMKM, Indonesia tidak bisa bertahan.

“UMKM masih menjadi solusi pertahanan ekonomi saat ini. Untuk itu, Presiden belum lama ini mengkampanyekan untuk masyarakat bangga pada produk lokal,” jelas alumnus Teknik Arsitektur UGM ini.

Seminar KAGAMA Inkubasi Bisnis (KIB) ke-IX diikuti 400 peserta dari seluruh Indonesia. Acara tersebut bertajuk Business Survival “Memperkokoh Daya Tahan Usaha untuk Kelangsungan Bisnis dalam Situasi Pandemi Covid-19, digelar pada Sabtu (16/05/2020), secara daring.

“Kalau tidak ada bisnis, situasi kehidupan negara atau daerah akan lumpuh. Covid-19 memberikan dampak yang luar biasa bagi negara manapun.”

“Bahkan menyerang negara-negara maju, yang lebih besar dari negara kita. Kini pemerintah telah berupaya mengatasinya melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,” imbuh Budi Karya. 

 Disadur dari Merdeka.com (penulis Dedi Rahmadi)