Tips Aman Sebelum Jual Beli Smartphone Bekas

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Hasil riset Kaspersky menemukan, 90 persen smartphone bekas ternyata masih menyisakan data sensitif milik pengguna lama. Jika jatuh ke tangan jahil, hal ini bisa menyebabkan bahaya bagi pemilik smartphone lama dan orang-orang di sekitarnya.

Selain berbahaya bagi pemilik lama, rupanya smartphone bekas menyimpan potensi bahaya bagi pemilik baru. Pasalnya hasil riset juga menyebutkan, 17 persen perangkat lama memasang pemindai antivirus.

Artinya, pengguna yang membeli smartphone bekas mungkin berpotensi mewarisi malware pemilik sebelumnya.

Untuk itu, sebelum menjual atau membeli smartphone bekas, pengguna harus waspada. Berikut adalah saran Kaspersky untuk memastikan data smartphone benar-benar dihapus sebelum dijual:

- Pastikan tempat penyimpanan file harus ditimpa alias overwritten agar tak bisa dipulihkan. Beberapa solusi keananan seperti Kaspersky Total Security memiliki penghapus data jenis ini.

- Pengguna juga bisa menghapus data bawaan Windows sendiri, Cipher, yang biasanya dipakai untuk enkripsi, sekaligus digunakan untuk menghapus file dari hard disk atau membuatnya tidak dapat digunakan.

Tips bagi penjual smartphone bekas

Tak sedikit orang yang lebih memilih membeli smartphone Android bekas atau second. Baca tips ini sebelum membeli ponsel Android second.
Tak sedikit orang yang lebih memilih membeli smartphone Android bekas atau second. Baca tips ini sebelum membeli ponsel Android second.

- Prioritas penjual adalah mengeluarkan informasi dan data pribadi dari smartphone yang mau dijual sehingga data tetap pribadi.

- Backup data, baik itu yang ada di smartphone, komputer, kartu memori, atau penyimpan lain. Cadangkan dengan aman sebelum menghapus dari smartphone yang mau dijual.

- Lepaskan SIM dan kartu penyimpanan dari telepon. Jika perangkat memakai eSIM, jangan lupa untuk menghapusnya.

- Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA) untuk akun apa pun. Lalu, jangan lupa untuk log out dari semua layanan digital (perbankan, email, media sosial, dan lain-lain) dari smartphone yang mau dijual.

- Lakukan reset pabrik (factory reset) atau format media.

- Selalu ingat, dalam banyak situasi, data bisa dipulihkan bahkan setelah melakukan factory reset, sehingga pengguna perlu melakukan langkah tambahan.

Hal ini tergantung pada jenis perangkat, model, konfigurasi. Lakukan pencarian informasi tentang penghapusan data secara keseluruhan dengan aman.

Tips untuk pembeli smartphone bekas:

Bisa dibilang, beli iPhone bekas itu lebih susah ketimbang beli smartphone Android.
Bisa dibilang, beli iPhone bekas itu lebih susah ketimbang beli smartphone Android.

- Pembeli harus menganggap bahwa smartphone atau perangkat bekas tidaklah bersih.

- Bergantung pada jenis perangkat, lakukan reset pabrik (factory reset) atau format media penyimpanan.

- Segera instal dan aktifkan solusi keamanan yang andal. Untuk mengimbangi risiko menghadapi malware yang sudah ada di perangkat, lakukan pemindaian sebelum menggunakan smartphone bekas untuk pertama kalinya.

(Tin/Isk)