Tips Bekerja Dengan Bos yang Lebih Muda

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Secara teori, saat memulai pekerjaan tingkat pemula biasanya atasan akan lebih tua daripada kita. Tetapi hidup jarang berjalan lurus beriringan dengan teori.

Beberapa orang yang bekerja dengan maksimal tetap bangkit, sehingga tak heran jika mereka memiliki kesempatan untuk melompat menduduki jabatan-jabatan penting di kantor walaupun usianya terbilang masih muda.

Ini bukan masalah teoritis karena generasi milenial saat ini berkembang lebih baik di dunia kerja, di mana mereka akan menduduki posisi tinggi yang justru akan mengawasi orang-orang yang jauh lebih tua dari mereka.

Melansir laman the balance careers, Minggu (28/3/2021), jika Anda adalah pekerja yang lebih tua, berikut cara menangani pekerjaan untuk atasan yang lebih muda dan mungkin memiliki pengalaman kerja yang jauh lebih sedikit.

1. Perhatikan Bahasa Tubuh Anda

Jika merasa kesal dengan atasan Anda, tahan keinginan untuk menunjukkan sikap kesal. Anda mungkin benar, tetapi tetap perlu mengendalikan bahasa tubuh.

Anda dapat mengajukan keberatan, tetapi cara menyampaikan keberatan tersebut sangat penting dengan cara bekerja sama dengan baik dengan atasan yang lebih muda.

2. Hati-hati dengan Kata-Kata

Jangan pernah membandingkan pengalaman Anda dahulu dengan atasan. Hati-hati dengan beberapa perkataan yang memungkinkan bos muda Anda kecewa dan marah dengan Anda.

Misalnya perkataan berikut:

- Saat saya seusiamu.

- Anda mungkin tidak pernah mengalami ini.

- Saya telah melakukan ini sejak sebelum Anda lahir.

- Setelah Anda melakukan ini selama yang saya miliki, Anda akan mengerti apa yang saya maksud.

Dan masih banyak lain. Anda mungkin lebih unggul. Tetapi bos yang lebih muda masih menjadi manajer dan tetap akan menjadi atasan.

3. Asumsikan Bos adalah Orang yang Tepat untuk Pekerjaan Anda

Meskipun tidak memiliki lebih banyak pengalaman kerja, Anda memiliki lebih banyak pengalaman hidup. Tapi, itu tidak berarti bahwa bos milenial bukanlah orang yang tepat untuk pekerjaan bos tersebut.

Ia mungkin memiliki pengetahuan dan pengalaman yang dibutuhkan dan ingin dipekerjakan oleh manajemen. Mungkin memiliki keterampilan manajemen yang tidak dimiliki orang lain. Beberapa orang pandai dalam satu hal, dan beberapa pandai dalam hal lain.

Saat atasan membuat perubahan, jangan menolak perubahan itu. Jangan mundur kecuali Anda memiliki alasan yang kuat.

Selanjutnya

Ilustrasi melamar kerja (Foto: Unsplash.com/ Raw Pixel)
Ilustrasi melamar kerja (Foto: Unsplash.com/ Raw Pixel)

4. Jaga Interaksi yang Profesional

Anda memiliki banyak pengalaman hidup, serta pengalaman profesional. Bos yang berusia 20-an sedang dalam proses melalui hal-hal baru. Tahan keinginan untuk membantu mereka dengan hal-hal tersebut. Mereka memiliki orang tua yang dapat mereka temui ketika mereka mencari nasihat orang dewasa.

Selain itu, jangan biarkan diri Anda merasa menjadi ibu atau ayah departemen.

5. Jangan Mencoba Sok Hebat

Jika Anda secara alami memang hebat, tetapi jangan pernah mencoba bertingkah sombong. Itu terlihat tidak profesional dan konyol. Karena hidup di dunia nyata maka diharapkan Anda menjadi dewasa seiring bertambahnya usia.

Harapan yang berbeda ada untuk orang yang berbeda. Selama tidak memengaruhi peringkat kinerja atau gaji Anda, biarkan saja.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: