Tips Bijak Ajukan Kredit agar Agunan Tidak Disita

Merdeka.com - Merdeka.com - Minat masyarakat maupun korporasi untuk mengajukan kredit kian meningkat pasca meredanya pandemi Covid-19. Hal ini sejalan dengan tren pemulihan ekonomi nasional yang terus berlanjut seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.

OJK mencatat, per Mei 2022, kredit berhasil tumbuh sebesar 6,67 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dengan seluruh kategori debitur mencatatkan kenaikan, terutama sektor UMKM dan ritel.

"Hal tersebut mencerminkan dukungan perbankan dalam pemulihan ekonomi nasional terus membaik," tulis OJK dalam keterangannya, dikutip Kamis (16/6).

Meski begitu, OJK mengingatkan masyarakat untuk tetap bijak dalam meninggat terdapat sejumlah risiko yang perlu diketahui oleh debitur.

Risiko pertama adalah agunan yang dijaminkan disita dan terpaksa dilelang apabila terjadi wanprestasi atau debitur tidak mampu memenuhi kewajiban. Risiko ini dapat terjadi jika debitur mengajukan kredit dengan agunan kepada bank, perusahaan pembiayaan, maupun pergadaian.

Apa itu lelang? Lelang adalah penjualan barang yang terbuka untuk umum dengan penawaran harga secara tertulis atau lisan yang semakin meningkat atau menurun untuk mencapai harga tertinggi, yang didahului dengan Pengumuman Lelang.

Lelang dapat dilakukan oleh Bank, Perusahaan Pembiayaan, dan Pergadaian jika debitur gagal memenuhi kewajiban. Ingat Hak dan Kewajiban Debitur!

Adapun, risiko yang kedua adalah cicilan menjadi semakin besar karena bunga dan denda terus bertambah. "Hal ini bisa membuat utang Sobat menumpuk. Jangan sampai Sobat melakukan gali lubang tutup lubang dan terjebak dalam tumpukan utang," kata OJK.

Risiko yang tidak kalah penting adalah riwayat kredit yang tercatat dalam Sistem Layanan Informasi Kredit (SLIK) menjadi buruk. Hal ini dapat berpengaruh pada reputasi debitur untuk pengajuan kredit selanjutnya akan berisiko ditolak. Hal ini berlaku untuk seluruh lembaga jasa keuangan.

"Misalnya Sobat mengalami gagal kredit di Bank A, jika Sobat ingin mengajukan KPR di Bank B atau kredit kendaraan bermotor di perusahaan pembiayaan, pengajuan kredit Sobat akan menjadi sulit karena riwayat SLIK sebelumnya," jelas OJK.

Masyarakat Diminta Lebih Bijak Ajukan Kredit

Maka dari itu, OJK meminta calon debitur agar lebih bijak dalam mengajukan kredit. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan claon debitur agar agunan tidak disita.

Pertama, cicilan utang tidak boleh melebihi 30 persen dari pemasukan yang dimiliki. Lalu, manfaatkan dana darurat untuk keperluan mendesak.

Selanjutnya, usahakan pinjaman untuk tujuan produktif tidak untuk keperluan konsumtif. Dan terakhir, ajukan pinjaman hanya jika Anda mampu melunasinya.

Itulah beberapa tips bijak yang perlu Anda terapkan sebelum mengajukan kredit agar agunan tak disita. Jangan lupa, share informasi ini untuk orang terdekat Anda agar tidak buntung setelah mengajukan kredit. [ags]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel