Tips Hilangkan Takut Berbicara Tanpa Persiapan

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - “Baik, Mas Ade, tolong jelaskan siapa anda, dan mengapa anda melamar ke perusahaan kami?” tanya seorang Manajer HR berpakaian business casual dan suara yang ramah kepada pencari kerja yang diwawancara untuk pekerjaan pada saat itu.

Walau pertanyaan tersebut disampaikan dengan ramah bukan dengan muka horor, tetapi reaksi Ade sungguh tak terduga! Serta merta, Ade merasa sakit perut dan keringat dingin mulai merekah di dahinya yang nota bene saat ini juga sudah sedikit berkeringat karena panasnya ruangan yang tidak ber-AC.

Ade dengan muka memucat, mendadak mematung, bingung bagaimana mulai menjawab pertanyaan tersebut, satu patah katapun tidak keluar, dan saat itu Ade jadi menyerah karena merasa dia tidak akan terpilih menjadi pegawai di perusahaan tersebut!

Terdengar seperti sesuatu yang pernah Anda alami? Atau malah baru-baru saja Anda alami dan benar-benar membuat anda menjadi tidak terpilih untuk pekerjaan tersebut?

Untuk anak muda para pencari kerja, terutama yang belum pernah punya pengalaman wawancara,pertanyaan semacam itu menjadi momok ketakutan bagi kebanyakan orang.

Mungkin bukan karena Anda tidak tahu jawabannya atau tidak siap, tetapi lebih karena menjadi merasa tertekan, canggung, gugup, dan akhirnya hilanglah semua dari otak Anda, padahal itu sudah dipersiapkan sebelumnya!

Hal yang sama, dapat terjadi bagi kebanyakan orang, baik itu forum pertemuan ataupun forum pelatihan, pada saat pemimpin rapat atau fasilitator mengajukan pertanyaan...”Apa pendapat anda tentang......?” Biasanya, tiba-tiba forum menjadi senyap. Mengapa? Karena para peserta pada umumnya langsung merasa stres, karena takut ditunjuk atau diminta untuk maju ke depan dan berbicara tanpa persiapan.

Jangan khawatir, berikut sejumlah tips ketika diberi pertanyaan yang mendadak dan Anda tidak siap:

Pertama, bangkit berdiri, tarik nafas panjang dan hembuskan perlahan, buatlah posisi tubuh percaya diri, contoh: duduk lebih tegak, kaki tidak disilangkan, posisi tangan terbuka, dan tersenyum dengan mata menatap si penanya.

Niscaya Anda akan benar-benar lebih percaya diri. Ini bukan guyonan lho, seorang periset di Princeton University yaitu Professor Amy Cuddy meriset posisi tubuh percaya diri benar-benar mengubah kepercayaan diri seseorang! Cobalah sendiri.

Kedua, mintalah penanya mengulang pertanyaannya. Ini terutama digunakan untuk memberi Anda waktu berpikir. Walaupun hanya membeli beberapa detik, ini juga saatnya Anda dengan cepat merumuskan apa butir utama jawaban Anda.

Tips Ketiga

Ilustrasi presentasi (Sumber: Pexels)
Ilustrasi presentasi (Sumber: Pexels)

Ketiga, berilah jeda sejenak dengan hening, mungkin maksimal 10 detik untuk memikirkan jawaban Anda dalam bentuk butir pokok pikiran yang tersusun dengan rapi dan laksanakan langkah keempat berikut ini.

Keempat, susunlah jawaban anda dengan pola “Pembuka – Isi Jawaban – Penutup”. Mengapa demikian? Karena setiap jawaban harus anda perlakukan seperti sedang membuat pidato singkat yang terstruktur. Jawablah sesuai pola pikir yang tadi direncanakan di langkah kedua dan ketiga tadi ya.

Tak hanya itu berbicara di depan publik harus selalu dilatih dan dipelajari serta latihan. Pastikan Anda meluangkan waktu untuk terus berlatih dan luangkan waktu berlatih di lingkungan yang bersahabat.

Hal tersebut bisa dilakukan dengan mengikuti komunitas klub, seminar serta pelatihan. Apalagi saat ini juga ada sejumlah workshop gratis yang dilakukan secara online. Salah satunya dengan ikuti seminar menjadi pembicara profesional tanpa mahal dan lama pada 5 Desember 2020.

Mudah bukan? Anda pasti bisa, jangan lupa, Anda adalah seseorang dengan pengetahuan yang cukup dan anda dapat memberikan jawaban terbaik karena ingin mencapai tujuan Anda. Silakan mencoba tips ini, dan temukan diri anda yang baru yang lebih percaya diri dan meyakinkan orang lain.

Jurnalisme Warga

Yenni, Dosen Tetap Program Studi Sistem Informasi Universitas Kristen Maranatha, dan distinguished toastmasters

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini