Tips Hindari Mafia Tanah dari Menteri ATR Sofyan Djalil

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil membeberkan sejumlah tips jitu agar terhindar dari komplotan mafia tanah yang lihai mengubah status kepemilikan tanah. Sebagaimana yang dialami oleh orang tua mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal.

Pertama, masyarakat dilarang keras untuk memberikan sertifikat tanah kepada siapa pun. Sebab, ini dapat membuka potensi tindak penipuan oleh mafia tanah.

"Jangan sampai berikan (sertifikat tanah) kepada orang, jangan juga dipinjamkan atau apapun lainnya," ujar dia dalam acara Konferensi Pers Kasus Tanah Dino Patti Djalal, Kamis (11/2/2021).

Kedua, masyarakat diminta lebih selektif dalam menggunakan jasa notaris atau pejabat pembuat akta tanah (PPAT). Antara lain dengan mempertimbangkan reputasi notaris tersebut.

"Kalau kau jual (tanah) pastikan dulu bahwa notaris itu dikenal. Dikenal reputasinya gitu," paparnya.

Terakhir, masyarakat diminta aktif untuk mendampingi notaris yang telah ditunjuk. Termasuk melakukan pengecekan bersama hingga ke kantor BPN.

"Kalau tidak kenal reputasinya tolong di dampingi. Kemudian, pengecekan ke BPN bisa bersama gitu," ungkapnya.

Dia bilang, memang ketiga cara tersebut terkesan merepotkan untuk dilakukan. Namun, langkah tersebut dinilai efektif untuk terhindar dari jerat penipuan oleh mafia tanah sembari menunggu pemberlakuan sertifikat elektronik secara masif.

"Memang agak merepotkan, tapi jauh lebih aman. Ini kenapa sertifikat elektronik kita mau coba? Supaya jauh lebih mudah, jauh lebih aman," tandasnya.

Berantas Mafia Tanah, Dino Patti Djalal Beri 5 Saran ke Menteri Sofyan Djalil

Dino Patti Djalal (Liputan6.com/ Johan Tallo)
Dino Patti Djalal (Liputan6.com/ Johan Tallo)

Kasus pencurian sertifikat tanah atau rumah masih marak terjadi saat ini. Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal pun juga kehilangan sertifikat rumah milik orang tuanya sebanyak lima kali karena ulang mafia tanah.

Pengalaman tersebut membuatnya geram dan memberikan 5 saran kepada aparat penegak hukum agar bisa memberantas mafia pencuri tanah. Pertama, ia mengimbau kepolisian untuk lebih serius memberantas komplotan pencuri sertifikat tanah.

"Itu syarat nomor satu. Berantas bukan hanya kroco, tapi berantas ke atas-atasnya. Karena ini orang-orang jahat, dan mereka sudah punya teknologi sendiri," ujar Dino Patti Djalal kepada Liputan6.com, Rabu (10/2/2021).

Kedua, ia juga meminta agar kehadiran notaris bodong ikut terdeteksi. Menurut dia, saat ini banyak notaris yang bukan sebagai profesinya, melainkan ikut berkoalisi dan jadi bagian dari sindikat pencurian.

Tak hanya notaris gadungan, Dino juga minta tolong dicarikan apakah ada konsultan hukum atau lawyer yang juga bodong. Sebab menurutnya, lawyer yang juga bagian dari sindikat kemungkinan ada dan tak terdeteksi.

Tanpa bermaksud buruk, Dino juga ingin agar oknum-oknum yang berasal dari jajaran kepolisian hingga Badan Pertanahan Nasional (BPN) ikut dibersihkan.

"Kepalanya saya percaya mereka baik. Tapi kan tentu ini sudah rahasia umum, banyak oknum-oknum yang tidak profesional dan bermain juga. Mereka tentu bisa dibersihkan," imbuhnya.

Terakhir, ia juga telah mendengar kabar bahwa pemerintah telah berkomitmen untuk melawan sindikat pencuri tanah. Sehingga BPN punya kekuasaan untuk mengembalikan sertifikat yang bermasalah, termasuk untuk urusan balik nama.

"Ini satu-satunya biar mereka jera. Saya percaya sama Pak Sofyan Djalil (Menteri ATR/Kepala BPN) dia integritas sangat tinggi. Mudah-mudahan ini bisa dilaksanakan," ujar Dino Patti Djalal.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: