Tips Hindari Penyebaran Virus Corona Saat di Pesawat

Liputan6.com, Jakarta - Seorang ahli medis yang mengkhususkan diri dalam transportasi udara mengatakan kepada CNBC bahawa mempraktikkan kebersihan tangan yang baik adalah cara terbaik orang dapat melindungi diri dari virus corona selama penerbangan.

David Powell, penasihat medis di International Air Transport Association (IATA), mengatakan kepada CNBC risiko terkena infeksi virus serius selama penerbangan "sangat rendah" karena udara di pesawat dimurnikan dengan filter tingkat bedah.

Bagaimanapun, risiko tetap ada jika penumpang dekat dengan seseorang yang tidak sehat selama perjalanan. "Kami tahu bahwa virus ini telah menyebar di sebagian besar kasus melalui kontak dekat dengan seseorang yang tidak sehat. Jadi risiko itu adalah apa yang tersisa dan ada hal-hal sederhana yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko, tetapi melalui udara risikonya rendah."ungkap  Powell kepada "Capital Connection" CNBC.

Powell mengatakan bahwa di tengah krisis virus corona cara paling penting untuk menghindari wabah adalah dengan mempraktikkan kebersihan tangan yang baik.

"Virus pernapasan sebagian besar ditularkan melalui penyebaran tetesan, seperti batuk atau bersin pada seseorang  atau dalam beberapa kasus oleh penyebaran fomite, yang berarti Anda mencemari permukaan yang kemudian disentuh oleh orang lain. Jadi kebersihan tangan adalah hal utama," jelasnya

Siapa pun yang khawatir virus corona harus menghindari menyentuh wajah sendiri dan sering mencuci dan mengeringkan tangan atau menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol jika tidak dapat mengakses fasilitas mencuci tangan.

 

Jaga Etika saat Batuk da Bersin

Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, China keluar dari pesawat Batik Air di bandara internasional Hang Nadim, Batam, Minggu (2/2/2020). Sebanyak 245 WNI di Wuhan akan dievakuasi ke Indonesia terkait merebaknya virus corona di kota tersebut. (AFP/Ricky Prakoso)

Menurut Powell, cara lain untuk menghentikan penyebaran virus di pesawat adalah dengan mengamati etika dalam batuk dan bersin. Powell menjelaskan jika Anda batuk atau bersin, Anda bisa melakukannya di tisu atau siku kemudian mencuci tangan dengan bersih.

Dan tentu saja, jangan melakukan penerbangan sendirian saat sedang tidak sehat. Powell juga mengatakan bahwa  para pelancong harus mengambil tindakan jika mereka melihat sesama penumpang tampaknya sedang sakit dalam penerbangan.

"Jika seseorang di dekat Anda tidak enak badan di pesawat, Anda harus memperhatikan dan memberitahu kepada kru karena ada prosedur yang dapat mereka lakukan untuk memisahkan orang itu dan meminimalkan risiko kepada orang lain," jelasnya.

Dia juga mendesak siapa pun yang menderita gejala virus corona  untuk memikirkan kembali dengan serius rencana perjalanan mereka.

"Dari berbagai informasi gejala pertama yang paling umum dari virusini adalah demam  yang cukup tinggi, biasanya lebih dari 38 derajat (Celcius).Jadi, jika ada yang terkena suhu tinggi, mereka tentu tidak boleh bepergian dan itu saran yang kami berikan jauh sebelum wabah ini," kata Powell kepada CNBC.

Dia juga mencatat bahwa masker wajah adalah "perlindungan tidak efektif" terhadap virus corona dan hanya akan disarankan bagi mereka yang merawat seseorang yang tidak sehat atau batuk dan bersin sendiri. Para ahli medis di seluruh dunia juga menyarankan bahwa mencuci tangan adalah cara paling efektif untuk melindungi diri dari virus corona.

"Salah satu cara paling penting untuk menghentikan wabah pernapasan seperti ini adalah mencuci tangan," David Heymann,pemimpin unit penyakit menular WHO pada saat wabah SARS, mengatakan pada konferensi pers di London pekan lalu.

 

Hindari Kontak Langsung

Dokter memeriksa kondisi pasien kritis virus corona atau COVID-19 di Rumah Sakit Jinyintan, Wuhan, Provinsi Hubei, China, Kamis (13/2/2020). China melaporkan 254 kematian baru dan lonjakan kasus virus corona sebanyak 15.152. (Chinatopix Via AP)

Dia juga menyarankan  untuk menghindari kontak langsung dengan pasien yang dicurigai dan mencuci tangan saat merawat seseorang yang mungkin tidak sehat. Seperti Powell, ia mengatakan mengenakan masker wajah "tidak terlalu efektif."

Berbicara kepada CNBC "Squawk Box" minggu lalu, Dr. Corey Hebert, Asisten Profesor di Universitas Louisiana dan Tulane  juga mengatakan masker wajah yang dijual di toko obat biasa tidak akan membantu karena virus dapat bergerak melalui jaring. Hebert juga mengatakan  bahwa dia telah berada di tiga kota selama tiga hari sebelumnya dan selama perjalanannya dia pasti akan menghapus ruang pribadi yang dia gunakan untuk memindahkan jejak virus yang mungkin ada dengan menggunakan pembersih atau bahkan hanya dengan sabun dan air.

"Jangan menyentuh wajah Anda, mendapatkan suntikan flu, cuci tangan Anda dengan air dan sabun, itu hal terpenting yang dapat dilakukan," katanya.

 

Reporter : Tiara Sekarini