Tips Investasi, Mengenal Jenis-Jenis Reksa Dana dan Ragam Keuntungannya

Merdeka.com - Merdeka.com - Instrumen investasi Reksa Dana kian banyak diminati masyarakat, khususnya para investor pemula. Sebab, Reksa Dana memiliki beragam risiko investasi dan pengelolaannya dibantu oleh manajer investasi yang profesional.

Melansir dari laman bca.co.id, Jumat (17/6), Reksa Dana adalah wadah yang dipakai untuk menghimpun dana dari masyarakat selaku pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.

Di Indonesia sendiri, Reksa Dana yang paling banyak ditemukan adalah Reksa Dana yang berbentuk hukum kontrak investasi kolektif (KIK) yang bersifat terbuka. Maksud dari Reksa Dana bersifat terbuka adalah investasi Reksa Dana tersebut bisa kamu beli dan jual kapanpun di bursa efek.

Berdasarkan portofolio efeknya, investasi Reksa Dana terdiri dari lima jenis yakni Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dan Reksa Dana Indeks. Berikut ini penjelasan lebih detailnya.

Ragam Jenis Reksa Dana

reksa dana
reksa dana.jpg

1. Reksa Dana Pasar Uang

Reksa Dana Pasar Uang adalah jenis Reksa Dana yang menginvestasikan dananya pada instrumen investasi pasar uang dan surat utang dengan masa jatuh tempo kurang dari satu tahun.

Reksa Dana Pasar Uang adalah jenis Reksa Dana dengan tingkat risiko yang paling rendah dibandingkan jenis Reksa Dana lainnya. Tetapi, potensi return yang dihasilkan juga terbilang lebih kecil dibandingkan jenis Reksa Dana lain dan cenderung stabil.

Tujuan dari Reksa Dana pasar uang adalah untuk menjaga likuiditas dan pemeliharaan modal. Efek dalam portfolio Reksa Dana Pasar Uang terdiri dari deposito berjangka, sertifikat deposito, sertifikat bank Indonesia (SBI), dan surat utang/obligasi jangka waktu kurang dari 1 tahun.

2. Reksa Dana Pendapatan Tetap

Reksa Dana Pendapatan Tetap adalah jenis Reksa Dana di mana para investor akan menginvestasikan uangnya sebesar minimal 80 persen dari portofolio efek yang bersifat utang dan sisanya pada produk pasar uang.

Untuk diketahui, Reksa Dana Pendapatan Tetap dan Reksa Dana Pasar Uang hampir sama, hanya saja tingkat risiko pada Reksa Dana Pendapatan Tetap ini lebih besar dibandingkan Reksa Dana Pasar Uang, karena durasi /jangka waktu surat utang yang lebih panjang.

3. Reksa Dana Campuran

Reksa Dana Campuran atau mixed/balanced/hybrid funds merupakan jenis investasi Reksa Dana yang menggabungkan efek yang bersifat ekuitas, utang, dan instrumen pasar uang.

Artinya, kamu akan berinvestasi pada saham sekaligus obligasi dan instrumen pasar uang dalam satu portofolio efek. Tujuannya adalah untuk meningkatkan nilai harga dan pendapatan.

Dikarenakan jenis investasi ini menggabungkan beberapa jenis efek sekaligus, maka tingkat resikonya tentu lebih tinggi dibandingkan Reksa Dana Pendapatan Tetap dan Reksa Dana Pasar Uang. Namun, potensi pengembalian dana investasinya juga lebih tinggi.

4. Reksa Dana Saham

Reksa dana Saham adalah jenis Reksa Dana di mana para investor akan menginvestasikan dananya sebesar minimal 80 persen ke efek saham dan sisanya pada instrumen pasar uang. Tujuannya adalah untuk meningkatkan harga unit dalam jangka panjang.

Akan tetapi, tingkat risiko investasi saham relatif lebih tinggi dibandingkan Reksa Dana lainnya. Namun, potensi pengembalian dana investasi tentu lebih tinggi dibandingkan jenis investasi Reksa Dana lainnya.

5. Reksa Dana Indeks

Reksa Dana Indeks adalah adalah Reksa Dana yang melakukan investasi minimal 80 persen pada Efek dalam Indeks yang menjadi acuannya. Reksa Dana indeks bisa terdiri dari Reksa Dana Indeks Obligasi dan Indeks Saham.

Portofolio efeknya menyesuaikan dengan tiap jenis reksa dana, namun menggunakan indeks acuan sebagai guide. Kurun waktu, potensi imbal balik dan risiko investasinya pun menyesuaikan dengan tiap jenis reksa dananya.

"Sehingga investor harus memperhatikan jenis Reksa Dana Indeks apa yang sesuai dengan risk appetite tiap investor," tulis BCA.

Cara Investasi

tips investasi, mengenal jenis-jenis reksa dana dan ragam keuntungannya
tips investasi, mengenal jenis-jenis reksa dana dan ragam keuntungannya

Cara investasi Reksa Dana tergolong mudah. Dimulai dari para investor dengan membuka rekening efek, memperoleh nomor ID investasi (SID) dan berinvestasi pada Reksa Dana. Selanjutnya, Manajer investasi akan mengelola dana tersebut agar bisa memberikan imbal hasil atau return untuk investor.

Dana yang telah terkumpul tersebut akan ditempatkan pada beberapa instrumen investasi. Selain mengelola dana investasi tersebut, manajer investasi juga berkewajiban untuk meninjau portofolio yang diinvestasikan dan melaporkan kepada para investor.

Namun, untuk memulai investasi Reksa Dana, kamu harus menetapkan tujuan investasi. Apakah untuk dana pensiun atau biaya anak sekolah dan tujuan-tujuan lainnya.

Kemudian, para investor juga harus mengetahui jangka waktu investasi dan jenis profil risiko investasinya. Dengan demikian, kamu akan dengan mudah menetapkan produk investasi Reksa Dana mana yang tepat.

Kamu bisa berinvestasi Reksa Dana di BCA melalui aplikasi Welma atau Kantor Cabang BCA yang melayani transaksi reksa dana. Salah satu kelebihan berinvestasi Reksa Dana di Welma Adalah investor dapat dengan mudah memantau portfolio investasinya langsung dari HP, ada fitur investasi berkala sehingga bisa membantu para investor untuk disiplin investasi.

[bim]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel