Tips Investasi Tetap Raup Cuan di Tengah Ancaman Resesi Ekonomi

Merdeka.com - Merdeka.com - Potensi krisis dan resesi ekonomi tengah hangat jadi pembicaraan masyarakat. Resesi global dan perlambatan ekonomi dikhawatirkan berkepanjangan di seluruh dunia pada tahun 2023. Namun demikian, sebuah peristiwa ekonomi akan selalu memberikan wawasan dan pembelajaran.

Menanggapi kemungkinan resesi menghapiri Indonesia, Pengamat Pasar Keuangan Ariston Tjendra masih optimis dengan perekonomian dalam negeri.

"Indonesia belum tentu terkena resesi ya, melihat pertumbuhan ekonominya masih relatif lebih tinggi dibandingkan perekonomian negara lain," tukasnya di Jakarta, dikutip Sabtu (29/10).

Menanggapi perkembangan pasar keuangan, terutama di bursa berjangka, dia menyebut, dari sisi transaksi, resesi bisa mendorong turun harga-harga aset yang ditransaksikan.

"Tapi ini bukan halangan untuk trading karena di perdagangan berjangka, nasabah bisa melakukan transaksi dua arah. Bukan hanya membeli, tapi juga membuka posisi jual terlebih dahulu mengikuti arah tren turun untuk mendapatkan potensi profit," tuturnya.

Melihat peluang yang masih terbuka untuk mencari cuan, saatnya bagi masyarakat untuk secara konstan menciptakan peluang-peluang dengan memanfaatkan selisih nilai dari kenaikan/penurunan (fluktuasi) komoditas Gold, Index Saham, dan mata uang dengan melakukan sejumlah aktivitas perdagangan di Bursa Berjangka Jakarta. Salah satunya bisa dilakukan melalui TPFx Indonesia.

Saat ini TPFx Indonesia telah bekerja sama dengan Trading Central, pemimpin di bidang inovasi teknologi keuangan global terbaik dan penyedia riset keuangan terkemuka dunia.

Volume Transaksi

Data statistik publik yang dikeluarkan PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Futures Exchange (JFX) dan PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) berhasil menorehkan pencapaian volume transaksi pada tahun 2021 sebesar 9.566.181 lot, melebihi atas pencapaian tahun 2020 dengan pertumbuhan sebesar 1,41 persen.

"Kami optimis dengan hadirnya Trading Central yang didukung oleh teknologi TC Alpha Generation mampu memberikan kemudahan dalam perdagangan derivatif dan komoditi sebagai bentuk pelayanan kami untuk seluruh nasabah TPFx Indonesia” sesuai dengan tagline kami ‘Trading semakin Pede’,” kata Direktur utama TPFx Indonesia, Rizal T Hutasoit.

Selanjutnya hal penting yang di sampaikan oleh Rizal T Hutasoit “TPFx Indonesia merupakan Pialang Berjangka pertama di Indonesia yang menghadirkan fasilitas premium Trading Central Alpha Generation.

“Kami bangga bermitra dengan TPFx Indonesia untuk mengembangkan teknologi penelitian dan analisa melalui TC Alpha Generation pada platform TPFx MT4 klien yang memberi wawasan dan pandangan pasar secara holistik pada nasabah - nasabah TPFx Indonesia” ujar Vladimir Livshits selaku Direktur Regional Trading Central untuk wilayah Australia, New Zealand dan Asia tenggara.

Teknologi TC Alpha Generation dilengkapi dengan fasilitas economic insight dan technical view yang diharapkan menjadi sarana membuat keputusan perdagangan terbaik bagi nasabah TPFx Indonesia.

Perencanaan Keuangan

Masyarakat perlu melakukan perencanaan keuangan yang baik guna mengantisipasi dampak dari ancaman gejolak ekonomi, menyusul adanya prediksi World Bank yang menyebutkan sejumlah negara mengalami resesi 2023.

Ancaman resesi muncul setelah bank sentral di sejumlah negara dikabarkan akan menaikkan suku bunga acuan guna menekan laju inflasi yang tidak sejalan dengan pertumbuhan ekonomi.

Research Director Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah, mendorong masyarakat untuk tetap melakukan perencanaan keuangan dengan baik dan tidak merespon semua informasi secara berlebihan, terlebih sampai menimbulkan kepanikan seperti yang terjadi pada krisis moneter tahun1997-1998 di mana terjadi rush money karena masyarakat menarik uang secara besar-besaran.

"Perencanaan keuangan adalah hal penting. Namun, saya yakin ekonomi Indonesia masih kuat menghadapi ancaman resesi yang terjadi di negara lain. Jadi yang paling penting adalah peran dari regulator, ekonom dan pihak terkait menjelaskan bagaimana sebenarnya kondisi perekonomian Indonesia," jelas Piter dikutip Kamis (27/10).

Dia mendorong masyarakat tetap melakukan aktivitas ekonomi dan melakukan perencanaan keuangan yang tepat, baik melalui perbankan maupun instrumen investasi lainnya.

Perencanaan keuangan dapat dilakukan dengan mengenali profil risiko masing-masing dan melihat ketersediaan pendanaan yang ada serta memperhatikan faktor risiko yang muncul seperti kerugian, kerusakan hingga kehilangan.

Penggunaan jasa perbankan, selain aman dapat mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pemerataan penyaluran kredit, sehingga peran dana masyarakat di bank dalam memperkuat ketahanan nasional menghadapi ancaman resesi juga semakin besar.

Sumber: Liputan6.com [idr]