Tips Jika Ditolak Pekerjaan Berkali-Kali

Liputan6.com, Jakarta Kekecewaan pasti dirasakan ketika Anda sedang menunggu kabar terkait panggilan pekerjaan dan kemudian ternyata berujung penolakan. 

Sebenarnya jangan langsung patah hati. Sebab itu bukanlah satu-satunya kesempatan yang terlewat.

Ingat  jika memang pertanyaan inti dalam proses wawancara kerja, adalah Apakah saya dapat diterima di pekerjaan ini atau tidak?

Kemudian Anda menunggu dengan cemasdan tahu jawabannya akan menentukan nasib karier ke depan. Kemudian, ternyata yang Anda tunggu-tunggu, malah memberi hasil yang mengecewakan.

Namun, ketika mendengar penolakan tersebut penting untuk merespon secara profesional. Meskipun itu adalah penolakan yang menyakitkan.

Berikut ini tips tentang apa yang harus dikatakan untuk menunjukkan sikap penuh lapang dada dan bentuk respon positif, seperti mengutip laman Business Insider:

Bersikap Bijaksana

Bila saat jawaban yang Anda terima untuk lowongan kerja di maksud  adalah "Anda tidak diterima di posisi tersebut," kemudian respons kecewa atau marah bukanlah hal yang bagus.

Kemudian Anda pergi dan berpikir, "Siapa yang membutuhkan perusahaan itu, sih? Ada banyak perusahaan dan kantor lain yang bisa menerima saya."

Pikiran ini adalah ide yang buruk. Mengapa?

Sebuah jawaban yang cepat seharusnya adalah, apapun bisa terjadi. Jadi jangan respon dengan hal-hal yang negatif dan kurang penting:

Sebab bisa saja beberapa hal ini terjadi:

1. Orang yang dipilih perusahaan akhirnya tidak mengambil pekerjaan?

2. Perusahaan memutuskan untuk mempekerjakan dua orang dan tidak satu?

3. Beberapa keadaan yang tak terduga membutuhkan perusahaan untuk membuka kembali pencarian kerja?

4. Jika Anda dan orang lain menjadi finalis untuk pekerjaan tersebut, email tindak lanjut Anda mungkin berdampak. Anda berdiri tegak dan mengambil penolakan. Orang lain, perasaan ditolak, berjalan pergi.

Lain kali jika Anda mendapat penolakan, kirimkan balasan ini:

Hi _ _ _ _ _,

Terima kasih untuk membiarkan saya tahu tentang [nama posisi/magang].

Saya memahami keputusan Anda dan menghargai kesempatan untuk wawancara untuk pekerjaan. Harap ingat saya untuk peluang masa depan, bahkan dalam kapasitas freelance.

Saya menghormati pekerjaan yang Anda lakukan di [nama perusahaan] dan ingin berkontribusi jika memungkinkan.

Catatan: Skill lanjutan: Tambahkan baris ini sebelum "Salam Penutup":

"Saya mempertahankan hashtag pribadi, #yournameportfolio, di mana saya memposting artikel yang saya temukan menarik dan terbaru pada karir saya. Silakan periksa dari waktu ke waktu dan melihat apa yang saya lakukan. "

Jika Anda memiliki sebuah blog/website, Anda dapat menyertakan link di sana juga.

Salam Penutup

-Nama pertama Anda

Tanda tangan email

Bersikap lapang dada (Foto: Shutterstock)

Perluas Wawasan

Bersahabat lah dengan penolakan dan lihat apakah Anda dapat mempertahankan hubungan baik dengan perusahaan itu. Jika perusahaan itu masih menjadi tempat bekerja yang Anda idam-idamkan.

Kuncinya adalah untuk merespon dari sisi positif. Anda tidak diterima di suatu pekerjaan berpikirlah, hidup harus terus berlanjut.

Tapi Anda harus tetap mempertahankan hubungan positif dengan perusahaan tersebut sebagai bagian dari relasi.

Sebab mungkin saja ada peluang, termasuk dalam email tanggapan Anda yang berisi penolakan tersebut.

 

 

Reporter : Danar Jatikusumo