Tips Jitu Kelola THR agar Bermanfaat untuk Jangka Panjang

·Bacaan 3 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Lebaran atau hari raya Idul fitri menjadi momen yang selalu dinantikan oleh semua orang, baik yang muslim dan non muslim. Selain jadi waktu yang tepat untuk silaturahmi, Lebaran juga menjadi momen di mana pekerja mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR), khususnya mereka yang hendak mudik dan berbelanja kebutuhan lebaran.

THR Keagamaan diberikan kepada pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus atau lebih. THR diberikan kepada pekerja/buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.

Pemberian THR oleh perusahaan kepada pekerja, memang sudah lama menjadi ciri khas budaya Indonesia yang diatur oleh pemerintah menjelang hari besar keagamaan.

Bahkan untuk PNS, tahun ini mendapatkan tiga jenis pendapatan tambahan di antaranya THR, tunjangan kerja (Tukin), dan gaji ke-13.

Pastinya THR tahun ini lebih ditunggu-tunggu, karena tahun ini Pemerintah mengizinkan mudik untuk merayakan lebaran di kampung halaman bersama keluarga.

Pemberian THR dan Gaji ke-13 untuk PNS tahun 2022 diharapkan juga sebagai tambahan bantalan ekonomi saat ini akibat dampak ekonomi global dengan menambah daya beli masyarakat serta mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Begitupun bagi pekerja, setelah 2 tahun ke belakang THR sempat dicicil pembayarannya oleh perusahaan. Namun, sekarang Pemerintah meminta agar Perusahaan membayar penuh THR para pekerja/buruh.

Berikut cara mengelola dan membelanjakan uang THR agar manfaatnya jangka panjang, tips dari Perencana Keuangan Ruisa Khoiriyah, kepada Liputan6.com.

1. Bayar Zakat dan Sedekah

Dalam Islam, disebutkan sebagian rezeki yang kita miliki di dalamnya ada hak orang lain. Apalagi di momen Ramadan, merupakan bulan yang luar biasa untuk menebar kebaikan membantu sesame melalui sedekah dan membayar zakat.
Diketahui bersama, untuk zakat sendiri ada beberapa jenis, diantaranya zakat penghasilan, zakat mal, dan zakat fitral yang wajib dibayarkan sebelum idul fitri.

2. Bayar Utang

Jika Anda memiliki utang yang segera harus dilunasi, dan pengeluaran wajib yang jatuh tempo. Mungkin Anda bisa memanfaatkan uang THR untuk melunasi itu.

“Utang mendesak dan pengeluaran wajib menempati urutan prioritas untuk ditutup. Namun bila Anda sudah menyiapkan anggaran untuk pos-pos tersebut, Anda bisa lanjut ke prioritas berikutnya dan tak perlu memakai uang THR untuk menutupnya,” jelas Ruisa.

3.THR untuk Pekerja Rumah

Jika Anda mempekerjakan Asisten Rumah Tangga (ART), pengasuh anak, ataupun supir. Anda bisa menggunakan uang THR yang Anda miliki, dan memberikan untuk mereka. Tak perlu dalam bentuk uang, namun bisa dalam bentuk THR bingkisan seperti baju baru bahkan sembako.

4. Kebutuhan Lebaran dan Mudik

Kebutuhan Lebaran dan mudik tentunya tidak sedikit, apalagi kebutuhan Lebaran mulai dari makanan, baju Lebaran jika Anda punya tradisi membeli baju baru, dan tentunya biaya mudik.

"Biaya mudik ini gak cuma ongkos bayar tiket kereta atau pesawat, ya. Bukan juga cuma biaya bensin dan tol bila Anda mudik dengan kendaraan pribadi," ujar Ruisa.

Menurutnya, di balik biaya mudik ada pengeluaran untuk biaya hidup selama di kampung halaman, seperti pengeluaran oleh-oleh, membagikan angpao untuk saudara-saudara di kampung, dan lainnya.

"Supaya tahu nilai kebutuhannya, Anda bisa bikin perkirakan berapa anggaran yang dibutuhkan untuk tiap pos," katanya.

Ruisa menjelaskan, biaya mudik bisa jadi akan memakan pendapatan THR terbanyak. Oleh karena itu, Anda jangan kaget jika 50-60 persen THR akan kesedot biaya mudik. Tapi gak apa-apa, hitung-hitung turut serta dalam perputaran ekonomi daerah.

"Nikmati saja indahnya mudik, dan silaturahmi. Lebih-lebih lebaran tahun ini akan jadi semacam ‘revenge homecoming’ setelah dua kali lebaran ga bisa mudik gara-gara pandemi," ujarnya.

5. Tambah Tabungan

Jika uang THR masih sisa, Anda bisa gunakan untuk menambah saldo tabungan atau tambah investasi. Baik itu tabungan dana darurat maupun untuk investasi jangka panjang untuk masa depan.

Namun, jika uang THR tidak bersisa, Anda jangan sedih. Karena THR memang untuk hari raya. Nabung bisa dari pendapatan rutin biasanya sesuai rencana keuangan bulanan.

"Hanya saja, kecermatan pemakaian uang akan diuji. Jangan kemudian jor-joran banget sampai-sampai tak bersisa sedikitpun untuk ditabung. Padahal bila kita sedikit cermat, mungkin mash ada 10-20 persen yang bisa kita tabungkan untuk keperluan di masa mendatang," pungkas Ruisa.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel