Tips Kelola Keuangan untuk Milenial Agar Bisa Terus Nikmati Hidup

·Bacaan 3 menit

VIVA – Tuntutan gaya hidup dan perilaku yang konsumtif menjadi salah satu faktor utama para generasi milenial ini cenderung lebih suka berfoya-foya menikmati hidup, dibanding menginvestasikan kekayaannya.

Hal ini disayangkan karena milenial sejatinya memiliki peran besar dalam perekonomian di masa depan. Bahkan, diprediksi dalam 5 tahun ke depan milenial akan mengisi 75 persen dari tenaga kerja secara global.

Dengan pengelolaan keuangan seperti itu, milenial dihantui risiko finansial lebih besar di masa mendatang. Untuk menghindari risiko itu, Technical Director BRI Insurance (BRINS), Ade Zulfikar memberikan beberapa tips bagaimana milenial agar dapat mengelola keuangannya dengan lebih baik.

1. Tentukan prioritas kebutuhan kamu

Istilah You Only Live Once (Yolo) dan Fear of Missing Out (FOMO) seringkali dijadikan justifikasi milenial dalam perilaku konsumtif. Tapi, diingatkan, jangan hanya secara buta mengikuti tren tanpa memahami skala prioritas kebutuhan.

Hindari hal-hal yang bersifat konsumtif yang bukan kebutuhan utamamu. Seperti terlalu sering belanja online dan hangout. Tentukan prioritas kebutuhan kamu dengan mengidentifikasi kegiatan sehari-hari kamu terlebih dahulu, hindari membeli barang dengan dasar keinginan bukan kebutuhan!

2. Pahami kondisi keuanganmu

Smart spending milenial cenderung membeli sesuatu tanpa memperhatikan kondisi keuangan dan jangka panjang. Kesulitan membedakan keinginan dan kebutuhan menyebabkan millenial cenderung sulit mengelola keuangan.

Millenial dapat menerapkan rumus 40-30-20-10. Sisihkan 40 persen untuk keperluan sehari-hari, 30 persen untuk kebutuhan utang, 20 persen untuk investasi, tabungan, atau asuransi, serta 10 persen untuk kebutuhan sosial.

Nah melanjutkan point pertama, setelah menentukan skala prioritas, akan lebih mudah untuk dapat mengimplementasikan rumus 40-30-20-10, agar bisa lebih bijak dalam mengelola pengeluaran!

Baca juga: Karyawan hingga Mahasiswa UT Dapat Akses Khusus Fasilitas Kredit BTN

3. Investasi dan miliki asuransi

Di umur yang masih muda, menjadi waktu yang tepat bagi generasi milenial untuk mulai menyisihkan uangnya untuk berinvestasi. Fenomena Financial Independence Retire Early (FIRE) yang sedang tren di kalangan millennial membuat millenial banyak mencari ‘side hustle’ atau melakukan investasi yang bersifat ‘high risk high return’.

Namun perlu dipahami bahwa investasi yang bersifat high risk tentunya perlu diimbangi dengan pengetahuan dan analisa yang mendalam. Oleh karena itu peran financial advisor sangat penting untuk investor pemula khususnya milenial,

Selain itu perlu dipahami bahwa risiko tak terduga dapat terjadi pada siapa pun, kapan pun dan di mana pun. Hal tersebut seharusnya menjadi penting bagi semua orang untuk paham akan pentingnya terlindungi asuransi, termasuk generasi milenial.

Usia yang masih produktif dan mobilitas yang tinggi tak seharusnya membuat milenial abai akan pentingnya memiliki proteksi dalam setiap kegiatannya.

“Pilar pertama dalam pengelolaan keuangan adalah to protect and to preserve. Jadi dalam pengelolaan kekayaan hal yang pertama harus dilakukan adalah dengan memproteksi aset-aset yang dimiliki," ujar Ade dikutip dari keterangannya, Kamis, 24 Juni 2021.

"Harus dipahami bahwa risiko bisa terjadi pada siapa pun, dan saat terpapar risiko, sekaya apa pun anda akan sulit melakukan recover secara finansial, kecuali anda diproteksi oleh asuransi.” tambahnya.

Dalam upaya untuk menjangkau segmen milenial, Ade mengungkapkan bahwa BRINS juga merambah dunia digital. Dengan kemasan sederhana, customizable sesuai kebutuhan milenial dan juga bisa menerbitkan polis dalam hitungan menit.

"Kami melihat generasi milenial memiliki mobilitas yang tinggi dan memiliki karakter yang unik, sehingga ini seharusnya menjadi perhatian juga bagi mereka untuk memulai proteksi aset sejak dini dengan premi yang terjangkau. BRINS terus berkomitmen untuk terus mengikuti perkembangan zaman," tutupnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel