Tips Kuliah di Luar Negeri yang Irit Biaya

Krisna Wicaksono

VIVA – Gelar akademik saat ini menjadi salah satu syarat, untuk bisa mendapatkan pekerjaan impian. Tak heran, banyak orang Indonesia yang menimba ilmu di luar negeri, dengan harapan gelar yang didapat bisa lebih diperhitungkan saat melamar pekerjaan.

Namun, saat ini hal itu tidak mudah untuk dilakukan. Wabah COVID-19 membuat banyak negara menutup pintu, bagi warga asing yang ingin belajar di universitas ternama di negara tersebut.

Selain itu, biaya juga kerap jadi kendala. Fluktuasi nilai tukar mata uang, membuat orangtua harus berusaha keras agar anaknya bisa nyaman kuliah di luar negeri dan lulus dengan tepat waktu.

Ada beberapa cara yang bisa ditempuh, agar bisa mewujudkan mimpi tersebut. Pertama, yakni mencari beasiswa yang diberikan kedutaan. Jika kamu punya prestasi dalam bidang seni atau olahraga, maka hal itu bisa jadi nilai tambah.

Biaya untuk tinggal sementara dan belajar di beberapa negara Asia, relatif lebih murah dari Eropa atau Amerika Serikat. Jika memungkinkan, kamu juga bisa bekerja sembari menuntut ilmu.

“Bagi calon mahasiswa dan mahasiswi yang belum bisa melanjutkan perkuliahan di luar negeri, jangan patah semangat. Karena, tetap ada cara untuk mendapatkan dua gelar lewat i3L,” ujar dosen Indonesia International for Life Science, Lydia Karnadi dikutip dari keterangan resmi, Rabu 20 Mei 2020.

Uniknya lagi, dengan program tersebut kamu bisa mendapat dua gelar sekaligus, yakni Sarjana dan bachelor’s degree. Program ini adalah hasil kerja sama antara i3L School of Business dengan Northern Consortium United Kingdom Universities, yang membolehkan mahasiswa atau mahasiswi berkuliah dua tahun pertama di iSB Jakarta. Mereka kemudian dapat masuk di tahun ketiga di NCUK Universities di Inggris atau Australia. 

NCUK Universities meliputi University of Manchester, University of Leeds, University of Sheffield, University of Bradford, dan Aston University. Sementara, universitas ternama dari Australia yang juga masuk dalam program itu yakni University of Western Australia dan Swinburne University.

“Dengan adanya program ini, maka dapat menghemat biaya perkuliahan di luar negeri. Mulai dari biaya makan, transportasi dan tempat tinggal,” tuturnya.