Tips membangun merek dari nol ala Yasa Singgih

·Bacaan 2 menit

Berjualan online terlihat sederhana, namun, sebenarnya sangat banyak yang harus dilakukan supaya produk terjual.

Sejak pandemi, banyak pelaku usaha yang mengandalkan jualan online untuk memasarkan produk online. Berjualan online tidak hanya mengunggah produk ke platform dagang, pelaku usaha juga harus melakukan banyak hal supaya bisnis mereka berkelanjutan.

Yasa Singgih, pemilik Men's Republic dan salah seorang pendiri Fortius, membagikan tips membangun merek supaya bisnis berkelanjutan.

1. Selalu ada di benak konsumen
Pemilik usaha harus mau berinvestasi pada jenama agar nama produk mereka bisa diingat dan bernilai di mata konsumen.

Contohnya, ketika menyebut mie instan, masyarakat akan langsung teringat merek tertentu. Untuk mencapai ini, tentu dibutuhkan waktu dan perjuangan.

2. Pengalaman holistik
Merek tidak hanya meluu soal logo. Bagi Yasa, merk atau branding adalah segala hal yang bersinggungan langsung dengan konsumen.

Seragam untuk karyawan sampai tim layanan pelanggan juga termasuk dalam upaya membangun citra merek.

3. Fokus ke tujuan merek
Merek yang kuat tidak perlu lagi menjelaskan apa yang dijual (what) atau proses dibalik pembuatan (how). Menurut Yasa, merk yang kuat fokus pada tujuan mereka dibentuk (why).

Pelaku usaha harus menggali lebih dalam dampak apa yang diberikan merek tersebut terhadap konsumen. Aspek ini sangat menentukan keputusan membeli pada generasi muda.

4. Bangun relevansi dengan pasar
Kegiatan branding tidak harus terlihat keren dan mahal, selama relevan dengan kebutuhan pasar. Pelaku usaha harus bisa mendengar dan memahami target pasar mereka agar bisa membuat produk yang sesuai dengan pasar.

Dalam perjalanan, mereka mungkin harus mencitrakan ulang atau rebranding merk mereka agar bisa terus relevan dengan pasar.

5. Satu kalimat
Strategi untuk merek tidak harus rumit, banyak perusahaan yang menggunakan satu kalimat dan sukes. Satu kalimat itu akan jadi elemen paling penting untuk selalu disampaikan, misalnya saat kampanye pemasaran supaya bisa diingat konsumen.

6. Menawarkan perubahan
Merek yang menawarkan perubahan bisa cukup efektif dalam menjangkau konsumen. Perubahan itu tidak melulu hal yang besar dan luar biasa, tapi, bisa dalam bentuk sederhana seperti menghemat uang dan waktu ketika menggunakan produk tersebut.

Baca juga: Lima tips yang bisa dilakukan pelaku UKM dikala pandemi

Baca juga: Erick Thohir bagi tips buat millenial yang memulai karier atau bisnis

Baca juga: Kolaborasi lintas industri penting untuk kembangkan bisnis era digital

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel