Tips Memilih Air Minum Isi Ulang untuk Kebutuhan Sehari-hari

·Bacaan 2 menit
Ilustrasi galon air minum dalam kemasan (AMDK).

Liputan6.com, Jakarta Air minum isi ulang kerap menjadi andalan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan memasak dan minum sehari-hari. Namun, dibalik air isi ulang yang tampak jernih dan harganya relatif terjangkau, Anda perlu lebih selektif dan hati-hati dalam memilih depot air minum (DAM) isi ulang.

Bukan tanpa alasan, sebab masalah yang sering kali ditemukan pada layanan air minum isi ulang ini terjadi karena beberapa faktor.

  • Tidak melewati proses sesuai standar yang berlaku

  • Kualitas air tidak terjamin

  • Sumber air yang tidak jelas asalnya

  • Kebersihan peralatan dan galon isi ulang

  • Lokasi DAM yang tidak strategis

Bila menganggap remeh masalah-masalah di atas, bukan tak mungkin akan berdampak pada kesehatan Anda dan keluarga. Sebab jika peralatan yang ada pada depot air minum isi ulang, termasuk botol atau galon, tidak dibersihkan dengan baik, kemungkinan kontaminasi bakteri Escherichia coli (E. Coli) menjadi makin tinggi. Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran cerna, yang bergejala mual, muntah, atau diare.

Dikutip dari klikdokter, bila lokasi depot air minum isi ulang tidak strategis, berisiko tinggi tercemar polusi debu, asap maupun sinar matahari, maka memungkinkan bakteri atau mikroba lain berkembang. Keadaan ini pada akhirnya akan meningkatkan sederet penyakit berbahaya, seperti tifus, disentri, hepatitis, dan lainnya.

Jika Anda ingin memilih dan mengonsumsi air minum isi ulang, perhatikan beberapa faktor ini terlebih dahulu.

Memilih Air Minum Isi Ulang yang Aman

1. DAM Memiliki Sertifikat Laik Higiene

Pastikan air minum isi ulang tersebut telah memenuhi persyaratan higiene sanitasi dari Menteri Kesehatan. Persyaratan ini mengatur berbagai hal, antara lain lokasi, peralatan, dan pekerja yang menangani pengelolaan air.

Depot air minum isi ulang yang baik akan mendapatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi serta wajib memasangnya di lokasi yang mudah terbaca oleh konsumen. Beli air minum isi ulang di depot yang sudah memiliki sertifikat resmi tersebut.

2. Pemeriksaan Internal

Sertifikat Laik Higiene saja tak cukup, Anda perlu memastikan bahwa ada tanda atau informasi bahwa Depor air telah mendapatkan pemeriksaan internal maupun perawatan secara rutin. Seperti tanggal dan waktu terakhir diperiksa maupun dirawat. Termasuk kejelasan tenaga teknisi atau konsultan bidang higiene sanitasi. Jangan ragu untuk bertanya pada pemiliknya atau penyedia jasa air minum isi ulang.

3. Masak dan Simpan dengan Baik

Jika curiga air minum isi ulang yang dibeli, Anda dapat memasak kembali air tersebut hingga benar-benar matang. Pastikan Anda tidak menyimpannya di wadah yang sama dan gunakan wadah yang steril.

4. Perhatikan Rasa dan Bau Air

Jika air yang Anda konsumsi memiliki rasa yang berbeda, terasa aneh atau mengeluarkan aroma tengik. Segera hindari. Sebab kondisi tersebut merupakan tanda bahwa air minum isi ulang yang Anda sudah tercemar.

Air minum isi ulang memang bisa menjadi solusi untuk menghadapi kebutuhan sehari-hari yang tinggi dan juga lonjakan harga pangan yang meningkat. Namun, jangan sampai Anda terlena hingga tidak memperhatikan aspek-aspek penting yang berhubungan dengan kesehatan. Penting untuk memastikan sumber air, jaminan mutu dan perawatannya. Jadilah konsumen cerdas agar kesehatan tubuh Anda dan keluarga tetap terjaga.

(*)