Tips Memilih CCTV untuk Keamanan Rumah dan Bisnis

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Selama pandemi Covid-19, selain aspek kesehatan, keamanan juga menjadi salah satu hal yang vital. Tak terkecuali untuk sektor keamanan rumah maupun bisnis, yang memerlukan sistem keamanan yang baik.

Menjaga keamanan tempat tinggal dan bisnis selama pandemi dirasa perlu karena tren kejahatan cukup meningkat. Berdasarkan data Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) pada September 2020, secara keseluruhan di Indonesia terdapat peningkatan 4,49 persen kasus kejahatan.

Jenis kejahatan yang dilakukan termasuk kasus pencurian di rumah maupun pertokoan dan curanmor yang menduduki peringkat kedua.

Berkaca dari hal tersebut, perangkat keamanan sangat diperlukan. Salah satu yang paling populer dan mudah digunakan adalah kamera Closed-Circuit Television (CCTV) atau IP camera.

Nah, untuk memilih CCTV yang tepat, perusahaan penyedia perangat smart home security Ezviz membagikan tips memilih CCTV yang tepat untuk keamanan rumah dan bisnis.

Kamera CCTV sendiri terdiri dari dua jenis berdasarkan lokasi pemasangannya, yakni outdoor dan indoor. Kamu bisa menggunakan kedua jenis CCTV tersebut tergantung dengan kebutuhan dan tujuan pemakaian.

Oktavia Mega Wati, Marketing Manager EZVIZ Indonesia, menyarankan untuk memilih perangkat CCTV yang dilengkapi dengan beragam fitur pintar.

"Misalnya dilengkapi dengan fungsi IR yang menggunakan pencahayaan inframerah canggih sehingga kamera bisa menangkap lebih banyak detail dalam cahaya redup," kata Oktavia melalui keterangannya, Jumat (1/1/2021).

Komunikasi Dua Arah

Ilustrasi melihat hasil camera CCTV dari smartphone. (Credit: Shutterstock)
Ilustrasi melihat hasil camera CCTV dari smartphone. (Credit: Shutterstock)

Ia menambahkan, pengguna juga wajib memilih CCTV yang mampu mendeteksi gerakan untuk mengawasi area rumah atau bisnis.

"Pengguna akan menerima notifikasi langsung via aplikasi pendukung di perangkat mobile ketika ada gerakan mencurigakan tertangkap dalam area pengawasan," Oktavia menjelaskan.

Dia menyebut, CCTV dengan tingkat keamanan tinggi juga harus memiliki fitur komunikasi dua arah (two-way-talk) layaknya sebuah panggilan telepon melalui aplikasi.

"Diusahakan pula untuk memilih perangkat dengan kamera berkualitas full HD dan mempunyai motor penggerak 360 derajat di bagian kamera sehingga tiap sudut area dapat terawasi dengan optimal," ujarnya.

Oktavia mengklaim, perangkat besutannya mengakomodasikan semua kebutuhan tersebut. Dua perangat terbaru yang diluncurkan perusahaan adalah seri C1HC dan C6N.

636 CCTV Siap Jaga Tol Trans Sumatera dari Kejahatan

Pandangan umum jalan tol ruas Banda Aceh- Sigli seksi 4 Indrapuri - Blang Bintang di Aceh, Jumat (21/2/2020). Ruas jalan tol Sigli - Banda Aceh sepanjang 74 km itu merupakan tol pertama di Aceh dan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). (Photo by CHAIDEER MAHYUDDIN / AFP)
Pandangan umum jalan tol ruas Banda Aceh- Sigli seksi 4 Indrapuri - Blang Bintang di Aceh, Jumat (21/2/2020). Ruas jalan tol Sigli - Banda Aceh sepanjang 74 km itu merupakan tol pertama di Aceh dan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). (Photo by CHAIDEER MAHYUDDIN / AFP)

Di sisi lain, PT Hutama Karya (Persero) mengeluarkan pernyataan terkait isu potensi tindak kriminal atau kejahatan di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Hutama Karya disebutkan telah menggandeng pihak kepolisian daerah (polda) guna mengawal jalan tol tersebut.

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Muhammad Fauzan, mengaku hingga sejauh ini belum terima laporan dari polda terkait tindak kejahatan di Jalan Tol Trans Sumatera.

"Hingga saat ini, pihak Hutama Karya selaku pengelola jalan tol maupun pihak Kepolisian daerah setempat belum pernah menerima laporan resmi terkait dengan adanya pemalakan atau tindak kejahatan yang disebutkan," kata dia dalam keterangan tertulis kepada Liputan6.com, Selasa (1/12/2020).

Fauzan mengatakan, Hutama Karya selaku pengelola Jalan Tol Trans Sumatera telah menyediakan sebanyak 636 unit CCTV yang memiliki kamera dua arah, yang terpasang di setiap 1 km.

"Sehingga dapat mencakup seluruh aktivitas yang terjadi di jalan tol, termasuk di rest area, dan selalu dipantau oleh petugas selama 24 jam penuh melalui Command Center dengan menggunakan sistem terintegrasi " ungkapnya.

"Dan kami selalu berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Daerah setempat untuk mengawasi keamanan serta keselematan pengguna jalan tol yang melintas di Jalan Tol Trans Sumatera dan memastikan jalan tol bebas dari tindak kejahatan," dia menambahkan.

Terlebih jelang libur panjang Natal 2020 dan Tahun Baru 2020 (Nataru). Hutama Karya disebutnya akan memperketat pengawasan di sepanjang koridor Jalan Tol Trans Sumatera.

"Pada prinsipnya Hutama Karya akan memperketat pengamanan baik di sepanjang jalan tol maupun di rest area yang ada di Jalan Tol Trans Sumatera, khususnya pada saat momen Nataru yang akan datang," tandasnya.

(Isk/Why)