Tips Menghindari Pelecehan Seksual di Transportasi Umum bagi Perempuan

·Bacaan 3 menit

Aksi pelecehan seksual seolah tak ada habisnya di tanah air. Bahkan, dalam melakukan aksinya para pelaku mengacuhkan tempat ataupun situasi sekitar. Bus Transjakarta, KRL, Mikrolet dan angkutan kota (Angkot) serta transportasi umum lainnya sekalipun menjadi tempat alternatif para pria bejat mencari korban. Aksi ini pun menimbulkan keresahan bagi masyarakat khususnya penumpang perempuan.

Tak hanya itu, kasus pelecehan seksual pun menjadi hal yang ditakutkan perempuan. Mengingat, akhir-akhir ini kasus pelecehan seksual banyak terjadi di tengah masyarakat. Untuk mengatasi berbagai macam bentuk pelecehan seksual, perempuan perlu tahu tips-tips tertentu untuk melindungi diri saat menaiki transportasi umum.

Melalui tips-tips sederhana ini, kesadaran bagi para perempuan untuk melindungi diri mereka dari bahaya pelecehan seksual yang bisa dilakukan saat menaiki transportasi umum akan terbangun sehingga tidak ada lagi kasus pelecehan seksual yang terjadi kepada perempuan. Akhirnya, perempuan memiliki kemandirian untuk menjaga dirinya sendiri.

Untuk itu, Fimela.com kali ini akan mengulas tips menghindari pelecehan seksual di transportasi umum bagi perempuan. Dilansir dari Merdeka.com,simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Memeriksa Nomor Trayek dan Jurusan

Ilustrasi Bus Credit: pexels.com/Hobi
Ilustrasi Bus Credit: pexels.com/Hobi

Agar tetap merasa aman dan terhindar dari aksi pelecehan seksual, para perempuan dianjurkan untuk memeriksa nomor trayek dan jurusan angkot yang akan ditumpangi.

Selain itu, sebelum menumpangi angkot pastikan mobil tersebut sesuai dengan tujuan. Hal ini dilakukan untuk menjaga anda dari aksi jahat baik dari penumpang lain maupun si sopir.

Pasalnya, aksi pelecehan sering terjadi karena adanya situasi yang memungkinkan si pelaku untuk melancarkan aksinya.

Mengecek Supir Bus dan Tanda Pengenalnya Jika Ada

Ilustrasi Supir Bus Credit: pexels.com/Lemin
Ilustrasi Supir Bus Credit: pexels.com/Lemin

Cara ini dinilai bisa membuat perempuan terhindar dari aksi pelecehan seksual dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Perempuan sebaiknya memilih angkot dengan tepat.

Di mana perempuan diharapkan bisa lebih dulu mengecek sopir yang membawa angkot tersebut dengan memperhatikan seragam dan identitas resmi.

Sopir yang mengenakan seragam dan memiliki identitas akan berpikir seratus kali untuk melakukan tindak kejahatan. Dengan begitu, tingkat keamanan dan kenyamanan perempuan bisa sedikit terjaga.

Berpakaian Sopan

Ilustrasi Penumpang Bus Credit: pexels.com/Matthew
Ilustrasi Penumpang Bus Credit: pexels.com/Matthew

Demi keamanan dan kenyamanan bersama para perempuan sebaiknya mengenakan pakaian yang sopan. Perempuan diharapkan tidak berpakaian vulgar.

Kenapa hal ini menjadi bagian penting dalam menjaga para perempuan dari tindakan tak senonoh pria bejat, karena pakaian yang pantas bisa mengurangi pikiran cabul dari para pelaku.

Sehingga, pelecehan yang berujung pemerkosaan bisa sedikit ditekan karena tidak ada hal yang memicu si pelaku untuk berbuat senonoh.

Membawa Alat untuk Pertahanan Diri

Ilustrasi Penumpang Bus Credit: pexels.com/Annie
Ilustrasi Penumpang Bus Credit: pexels.com/Annie

Jika ingin menggunakan kendaraan umum seperti angkot atau yang lainnya, perempuan disarankan untuk membawa alat-alat yang bisa dijadikan senjata.

Tidak perlu senjata tajam, alat-alat yang bisa dijadikan senjata untuk menjaga diri antara lain gas air mata dalam ukuran kecil, jarum pentul, peniti, bubuk merica/cabai maupun alat lainnya yang bisa melumpuhkan para pelaku.

Alat-alat itu bisa digunakan sewaktu-waktu pelecehan seksual terjadi. Sehingga hal tersebut bisa menjadi efek jera bagi pelaku-pelaku lain.

Melakukan Bela Diri

Ilustrasi Bela Diri Credit: pexels.com/Vero
Ilustrasi Bela Diri Credit: pexels.com/Vero

Agar terhindar dari tindakan pelecehan seksual maupun perkosaan wanita sebaiknya belajar beladiri. Kemampuan beladiri bisa memberikan keberanian seseorang untuk menghadapi suatu tindak kejahatan.

Paling tidak dengan belajar beladiri perempuan diajarkan untuk berani menghadapi pelecehan seksual yang mungkin terjadi.

Sehingga, jika kejadian buruk itu terjadi perempuan bisa memberikan jurus-jurus tertentu agar terlepas dari bekapan si pelaku.