Tips Menjaga Daya Tahan Tubuh dan Pencernaan Anak Saat Menjalani Puasa

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Meski Ramadan 2021 masih berada dalam situasi pandemi COVID-19, tidak menyurutkan semangat masyarakat Indonesia untuk turut menjalani ibadah puasa di rumah. Sembari mengajak dan mengajarkan anak-anak berpuasa.

Saat mengajarkan puasa pada anak-anak, orangtua ada kekhawatiran akan menurunnya daya tahan tubuh anak dan tidak mampu melawan kuman dan virus penyakit. Namun, dr. Muliaman Mansyur, Head of Medical KALBE Nutritionals menjelaskan orangtua tidak perlu khawatir selama asupan nutrisi anak tercukupi saat sahur dan berbuka puasa.

“Kunci utama menjaga anak tetap bugar dan daya tahan tubuhnya tetap kuat adalah mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Saat puasa di tengah pandemi COVID-19, orang tua bisa menerapkan pola makan dengan gizi seimbang dan cukup cairan pada anak saat sahur dan berbuka puasa,” papar dr. Muliaman.

Riset menyebut orangtua saat ini sudah semakin menyadari pentingnya nutrisi pada kesehatan dan daya tahan tubuh anak. Termasuk kesadaran akan pentingnya asupan nutrisi yang sehat. dr. Muliaman menjelaskan anak-anak tetap membutuhkan nutrisi harian yang terdiri dari nutrisi makro dan mikro agar setiap proses biologis yang terjadi dalam tubuhnya tetap optimal.

Nutrisi yang harus dipenuhi

Ilustrasi/copyrightshutterstock/arapix
Ilustrasi/copyrightshutterstock/arapix

Nutrisi makro ini sendiri terdiri dari karbohidrat, protein, dan lemak. Sementara nutrisi mikro terdiri dari vitamin dan mineral. Selain itu perlu juga dilengkapi dengan beberapa nutrisi yang diyakini bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Seperti asupan probiotik dan prebiotik.

Probiotik adalah bakteri baik yang hidup di saluran pencernaan. Sedangkan prebiotikadalah sejenis serat yang menjadi sumber makanan bakteri baik termasuk probiotik agarbisa tumbuh, berkembang dan bekerja dengan efisien. Ketika keduanya bertemu di pencernaan akan memaksimalkan daya serap nutrisi sekaligus merangsang daya tahan tubuh anak.

Salah satu jenis prebiotik yang diakui secara ilmiah adalah serat pangan inulin. Secaraalami, serat pangan inulin dapat ditemukan pada berbagai buah-buahan, sayuran,umbi-umbian seperti Chicory Root.

Manfaat terpenuhinya serat pangan inulin

Simak cara menjaga daya tahan tubuh dan pencernaan anak saat menjalani puasa (Foto: Morinaga Chil*Go)
Simak cara menjaga daya tahan tubuh dan pencernaan anak saat menjalani puasa (Foto: Morinaga Chil*Go)

“Efek menguntungkan serat pangan inulin terutama berperan di usus besar. Usus adalah organ terbesar untuk membantu sistem pertahanan tubuh. Manfaat inulin sebagai nutrisi yang esensial selain untuk kesehatan saluran cerna dan imunitas tubuh juga berdampak positif pada kesehatan di kemudian hari yaitu mengurangi risiko obesitas, penyakit radang usus, dan alergi,” jelas dr. Muliaman lebih jauh.

Prebiotik dalam serat panga inulin akan membantu penyerapan kalsium dan mendorong kepadatan tulang serta mengatur rasa kenyang. Inilah yang dibutuhkan anak dalam menu makanan sehari-hari, terutama saat belajar berpuasa.

Sebagai solusi praktis, Morinaga Chil*Go menjadi susu kualitas Jepang yang memiliki 9 vitamin dan 5 mineral untuk memastikan asupan serat pangan insulin anak dalam porsi yang tepat. Sehingga membantu memelihara fungsi saluran cernanya. Disarankan untuk memberikan susu Morinaga Chil*Go saat sahur dan berbuka puasa.

Simak video berikut ini

#Elevate Women