Tips Menjaga Kesehatan Mental Mahasiswa pada Masa Pandemi

Dian Lestari Ningsih, davina2111-326
·Bacaan 4 menit

VIVA – Virus corona pertama masuk ke Indonesia pada tanggal 2 Maret 2020. Kemudian pada tanggal 15 Maret 2020 dalam konferensi pers di Istana Bogor, presiden Republik Indonesia memerintahkan masyarakat Indonesia untuk kerja dari rumah (WFH atau Work From Home), belajar dari rumah, dan beribadah di rumah.

Pandemi ini berdampak besar pada mahasiswa baru tahun 2020 yang terpaksa harus melakukan semua kegiatan perkuliahan dan ospek dengan metode daring (dalam jaringan) demi keselamatan dan kesehatan mahasiswa.

Menjadi mahasiswa di masa pandemi ini memang tidak mudah. Terutama bagi mahasiswa baru yang baru saja menyelesaikan pendidikannya sebagai siswa SMA dan belum mengenali dunia perkuliahan yang nyatanya sangat berbeda dengan SMA.

Mungkin ada beberapa gangguan mental yang dijalani oleh mahasiswa yang merupakan akibat dari pembelajaran daring itu sendiri dan tugas-tugas yang tidak kunjung selesai. Tidak sedikit orang yang tidak memiliki laptop untuk menghadiri kelas atau mereka harus bergantian laptop dengan saudaranya.

Banyak juga masyarakat di Indonesia yang kesulitan dalam sinyal dan internet. Karena seperti yang kita ketahui, penggunaan aplikasi zoom atau google meet membutuhkan jaringan internet yang cukup banyak, sedangkan masyarakat Indonesia ada yang kurang mampu. Masalah-masalah seperti ini yang membuat mahasiswa lama dan mahasiswa baru menjadi stres, depresi, anxiety, dan lainnya.

Ada beberapa jenis dari gangguan mental yang dirasakan oleh mahasiswa, diantaranya adalah:

1. Depresi

American Psychological Association mengatakan bahwa kasus gangguan mental pada mahasiswa dalam 10 tahun terakhir naik sebanyak 10% . Kurangnya mengatur waktu antara bermain dan belajar merupakan salah satu alasan mahasiswa mengalami depresi.

Tidak hanya itu, mahasiswa juga menjadi tidak percaya diri akan kemampuannya karena persaingan yang semakin terbuka selama kuliah, lalu akan merasa bahwa mereka tidak bisa melakukan apapun dibandingkan dengan teman-temannya yang menurutnya lebih baik.

2. Insomnia

Belajar dan tugas yang menumpuk membuat beberapa mahasiswa tidak tidur hingga larut malam. Kebiasaan seperti ini sangat berdampak buruk pada kesehatan mental dan fisik diri. Insomnia merupakan kondisi saat seseorang kesulitan untuk tidur.

Gangguan tidur ini membuat seseorang tidak mencapai waktu tidur yang dibutuhkan tubuh, kemudian otak akan terasa lelah sehingga sulit untuk berkonsentrasi dan berpikir dengan baik.

3. Gangguan makan

Gangguan makan merupakan salah satu gangguan mental yang paling sering dialami oleh mahasiswa. Gangguan ini akan memburuk jika anda tidak menyadari bahwa anda ternyata sedang menderita gangguan makan. Tanda awal gangguan makan adalah ketika kamu menyadari ada perubahan pola makan seperti anda makan terlalu banyak atau terlalu sedikit.

4. Rasa cemas berlebihan

Sesekali merasa cemas merupakan sesuatu yang masih dalam tahap normal. Namun, jika kamu merasa cemas setiap kali kamu melakukan suatu kegiatan, ada kemungkinan kamu mengalami gangguan mental.

Rasa cemas berlebihan atau juga dapat disebut sebagai anxiety disorder dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan membuat kamu tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasanya. Gangguan kecemasan ini tidak dapat disepelekan karena dapat menyebabkan gangguan fisik hingga penyakit jantung.

Tips yang dapat para mahasiswa lakukan untuk menjaga kesehatan mental diri selama pandemi covid-19, diantaranya adalah:

1. Kecemasanmu adalah sesuatu yang wajar

Kecemasan yang terjadi selama pandemi covid-19 merupakan hal yang wajar semua orang rasakan. Dr. Darmour berkata, “Para psikolog sudah menyadari bahwa kecemasan adalah fungsi normal dan sehat yang bisa membuat kita lebih waspada terhadap sebuah ancaman, dan membantu kita untuk mengambil tindakan untuk melindungi diri sendiri.”

2. Mengonsumsi makanan yang bergizi

Mengonsumsi makanan sehat yang mengandung protein, lemak sehat, karbohidrat, vitamin, mineral, dan serat sangat baik bagi tubuh kita dan secara langsung atau tidak langsung juga mempengaruhi kesehatan mental kita.

3. Melakukan aktivitas fisik

Melakukan aktivitas yang melibatkan tubuh untuk bergerak seperti bersepeda, lari, yoga, dan lain-lain mempengaruhi tubuh dalam memproduksi hormon endorfin yang dapat meredakan stres, memperbaiki mood, dan mengurangi rasa khawatir atau rasa cemas.

4. Menghentikan kebiasaan buruk

Kebiasaan buruk seperti tidak tidur akibat mengerjakan tugas atau belajar hingga larut malam perlu dihentikan, karena jika mahasiswa kekurangan istirahat, mereka akan lebih mudah mengalami kecemasan dan ketidakstabilan mood.

5. Berkomunikasi dengan keluarga dan teman

Berkomunikasi dengan keluarga dan teman melalui pesan singkat, telepon, maupun video call lalu saling bercerita mengenai sesuatu yang menarik atau bercerita mengenai kecemasan atau kekhawatiran yang anda rasakan dapat mengurangi tekanan yang anda rasakan. Jika anda memiliki gangguan mental, anda dapat mengonsumsi obat-obatan yang diberikan oleh dokter secara rutin. Anda juga bisa melakukan pemeriksaan secara rutin ke dokter untuk memantau perkembangan kondisi diri.

6. Positive mind

Berpikir positif sangat penting untuk melahirkan mental yang sehat. Berpikir positif juga dapat mengurangi rasa cemas dan takut yang sebenarnya normal dirasakan oleh semua orang selama masa pandemi covid-19 ini. Tetapi jika rasa cemas yang anda rasakan sangat berat, anda dapat berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater terdekat anda.

Kira-kira seperti itu jenis gangguan mental yang biasanya di alami oleh mahasiswa terutama mahasiswa baru, serta tips agar bisa tetap survive di perkuliahan online ini. Semangat semuanya! kita pasti bisa melewati segala tantangan ini bersama!!