Tips Menjalankan Bisnis Keluarga Tanpa Harus Merasa Menjadi Beban

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Jika Anda salah satu orang yang memiliki orang tua dengan bisnis yang lumayan sukses atau bahkan sudah sukses, pasti Anda familiar dengan kata-kata seperti,”wah, enak ya kamu gak usah kuliah, terusin aja bisnis orang tua.” atau “cari kerjaan susah ya, coba aku jadi kamu, enak banget, gak usah cari kerjaan tinggal nerusin bisnis orang tua aja udah dapet duit.”

Padahal dibalik semua itu, pasti ada ragu dalam benak setiap orang jika ingin meneruskan bisnis keluarga. Kata-kata pesimis seperti, “bisa gak ya?”, “dengan pengalaman yang saya punya, saya jadi beban gak, ya?”, “bisnis ini sesuai passion saya nggak ya?” atau, “masih ada embel-embel orang tua, berarti saya gak bisa mandiri dong?” Pikiran ini bisa saja terlintas hingga terngiang-ngiang dalam pikiran Anda.

Tenang saja, hal itu lumrah sekali terjadi pada setiap orang yang ingin memulai bisnis, apalagi jika Anda masih terbilang muda. Dipercayakan untuk meneruskan bisnis keluarga yang sudah bertahun-tahun hingga puluhan tahun tetap ada, bukanlah perkara mudah. Sebab, bisnis keluarga butuh niat, kemauan, dan kemampuan dari generasi selanjutnya.

Apalagi yang perlu dipersiapkan jika Anda ingin meneruskan bisnis keluarga tanpa harus merasa menjadi beban? Mari simak ulasan berikut.

1. Pikirkan dengan Matang

Sebagaimana yang sudah dibahas di atas, bahwa ada beban tersendiri bagi Anda yang ingin meneruskan. Coba ada bayangkan, usaha yang ayah atau kakek, bahkan buyut Anda bangun dengan kerja keras, membangun dari bawah, mendapatkan relasi sedikit demi sedikit, usaha sudah mulai maju dan dikenal, sampai akhirnya memiliki reputasi tinggi di mata masyarakat merupakan pencapaian yang sungguh luar biasa.

Jika Anda benar ingin meneruskan bisnis keluarga, pikirkan matang-matang apa yang sudah dicapai oleh generasi sebelumnya. Jangan sampai Anda setengah-setengah menjalani bisnis tersebut. Anda bisa mencoba terlebih dahulu 1 hingga 3 bulan ke depan. Kalau nanti ujung-ujungnya bisnis tersebut tidak sesuai dengan visi Anda, cobalah untuk membicarakannya ke pihak keluarga.

2. Jadilah Seorang yang Visioner

Menjadi seorang yang visioner bukan hanya mengerti apa visi dan misi perusahaan saja, tetapi cara meraih tujuan dan pintar mengambil kesempatan. Sehingga kreativitas dan berbagai inovatif sangat diperlukan. Anda bisa adaptasikan varian produk dengan perkembangan zaman, memasarkan di media sosial, bekerja sama dengan jasa transportasi online hingga masuk ke e-commerce.

Tidak bisa dipungkiri bahwa kemajuan teknologi juga menguntungkan para pelaku bisnis, contohnya e-commerce yang bisa menemukan penjual dan pembeli dengan cakupan internasional. Selain itu, e-commerce juga memiliki berbagai macam metode pembayaran yang memudahkan para pelanggan, mulai dari transfer bank, kartu kredit hingga aplikasi pinjaman uang online yang sedang ramai beberapa tahun terakhir. Salah satu aplikasi pinjaman uang online yang sudah bekerja sama dengan 350+ e-commerce di Indonesia adalah Kredivo.

Kredivo sangat menguntungkan konsumen, juga para pelaku bisnis. Sebab layanan paylater dengan bunga 0% dan kredit online dengan bunga hanya 2,95% serta tenor mulai dari 3 bulan, 6 bulan dan 12 bulan, menjadi pilihan yang tepat para konsumen jika ingin membeli barang dengan nominal yang bisa dibilang mahal tetapi tidak mau langsung menghabiskan uang yang banyak.

Selain itu, Anda sebagai pelaku bisnis juga bisa pinjam dana melalui aplikasi pinjaman uang online Kredivo untuk menjadi modal mengembangkan usaha Anda. Dengan limit hingga Rp30 juta dan proses pendaftaran yang super mudah, Anda bisa menikmati layanan ini hanya dalam genggaman tangan saja.

3. Transparansi dan Komunikasi Antar-Generasi

Transparansi atau keterbukaan sangat penting dalam kesinambungan bisnis keluarga. Diperlukan adanya komunikasi antar-generasi sehingga setiap tantangan bisnis yang dihadapi dapat diselesaikan secara cepat dan tepat. Generasi penerus tidak boleh egois dan mesti mendengarkan petuah generasi sebelumnya. Sementara, yang tua juga mesti memahami cara berkomunikasi yang baik.

4. Pelajari Kelemahan, Perbaiki Kesalahan dan Pertahankan Keberhasilan

Tips terakhir yang bisa Anda lakukan jika benar-benar ingin meneruskan bisnis keluarga atau Anda tidak punya pilihan untuk tidak meneruskan bisnis tersebut adalah mengevaluasi seluruh hasil yang sudah dicapai oleh bisnis tersebut. Usahakan evaluasi tersebut secara menyeluruh dan detail agar Anda bisa memahami lebih dalam bisnis yang akan Anda teruskan.

Setelah itu, cobalah cari kelemahan yang ada pada bisnis tersebut, jika bisnis Anda berupa restoran, apakah restoran tersebut sudah terhubung oleh ojek online? Apakah restoran tersebut sudah memiliki review yang bagus di internet? Teruntuk bisnis yang sudah lama berjalan, biasanya kelemahan yang dimilikinya berupa digitalisasi dan operasional yang membuat proses kerja menjadi lambat.

Selain itu, hal yang harus, kudu, wajib Anda lakukan adalah mempertahankan keberhasilan yang sudah dicapai selama ini. Sebab, mempertahankan orisinalitas, kualitas dan nama baik sebuah bisnis merupakan pekerjaan rumah yang cukup berat bagi para penerusnya.

(*)